Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hal yang menyeluruh mengenai apa itu Addon Domain, apa itu Subdomain, dan perbedaan diantara keduanya.

Simak pembahasan berikut untuk lebih jelasnya! Apa itu Addon Domain?

Addon Domain adalah situs web baru dan unik yang dihosting di folder baru di akun Anda sehingga Anda dapat meng-hosting beberapa domain dari satu panel kontrol.

Pengertian mudahnya, addon domain adalah domain yang ditambahkan setelah domain utama.

Anda dapat memberikan alamat, meneruskan , dan berbagai hal lainnya dengan cara yang sama seperti domain primer (utama) pada akun.

Saat Anda membuat Addon Domain, ada 3 hal yang terjadi:

  1. Folder dibuat di direktori ‘public_html’
  2. Subdomain dibuat dan dilampirkan ke folder baru.
  3. Nama domain baru dikaitkan dengan subdomain.

Contoh Addon Domain sebagai berikut. Jika domain utama Anda adalah “contoh.com” dan Anda menetapkan Addon Domain “addon.com” ke folder “addon”, maka rute (URL) akan sebagai berikut:

  •         addon.com
  •         addon.contoh.com
  •         contoh.com/addon

Dari contoh Addon Domain di atas, akan muncul tiga jalur yang akan mengakses direktori yang sama dan menampilkan situs web yang sama.

Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan Addon Domain.

Salah satu manfaatnya adalah beberapa akun dapat dibuat secara otomatis, contohnya seperti FTP (File Transfer Protocol).

Keuntungan lainnya adalah Anda tidak perlu membeli hosting baru untuk website.

Adapun kelemahan pada Addon Domain adalah Anda tidak punya akses ke cPanel. cPanel in hanya bisa diakses menggunakan domain utama.

 

Apa itu Subdomain?

Subdomain adalah cabang dari domain utama, atau dinamakan dengan anak domain.

 Subdomain dibuat untuk mengatur dan menavigasi ke berbagai bagian situs web Anda. Anda dapat membuatnya hingga beberapa subdomain.

Contoh subdomain adalah “pendidikan.anak.com”

Pada contoh tersebut, “pendidikan” adalah subdomain, sedangkan “anak” adalah domain utama Anda dan “.com” adalah TLD (Top Level Domain).

 

Anda dapat menambahkan berbagai tulisan untuk subdomain Anda. Namun, perlu diingat bahwa Anda perlu memastikan tulisan tersebut gampang untuk ditulis dan diingat.

Anda dapat menggunakan subdomain untuk melayani grup pengguna tertentu di situs Anda seperti ‘guest.websitemu.com’, ‘user.websitemu.com’, dan banyak lagi.

Beginilah cara platform pembuat situs web seperti WordPress.com, blogger.com, dan lainnya menawarkan situs web khusus kepada pengguna.

Fungsi Subdomain yaitu sangat berguna dalam mengatur konten situs Anda dengan lebih efisien.

Penggunaan subdomain yang tepat tidak memengaruhi SEO situs web utama Anda. Namun, jika ragu, sebaiknya simpan semuanya di domain yang sama dan hindari menggunakan subdomain untuk situs publik.

 

Perbedaan Addon Domain dan Subdomain

Setelah Anda mengetahui apa itu Addon Domain, selanjutnya perbedaan addon domain dan subdomain.

Letak subdomain adalah di awalan yang ditambahkan ke nama domain asli Anda. Seperti domain dalam domain, biasanya mengikuti bentuk berikut:  subdomain.contoh.com.

Mereka berperilaku sangat mirip dengan Addon Domain  dan sering dibuat untuk memisahkan bagian situs web Anda yang berbeda, seperti blog.contoh.com atau store.contoh.com.

Namun, pada subdomain tidak ada akun FTP dan jika domain utama mati, maka subdomain juga akan ikut mati.

 

Jadi, berikut adalah perbedaan Addon Domain dan Subdomain

  •         Addon Domain adalah domain terpisah dengan konten uniknya sendiri dan nama Domainnya sendiri. Menggunakan Addon Domain memungkinkan Anda untuk meng-host beberapa situs web dalam satu paket Web Hosting. Ini diperlakukan sebagai situs terpisah dan harus memiliki tema dan konten yang unik.
  •         Subdomain adalah perpanjangan dari domain utama Anda. Jika situs Anda adalah contoh.com, maka Anda dapat membuat contoh Subdomain seperti “dokter.contoh.com”. Domain ini tidak perlu didaftarkan dan tidak diperlakukan sebagai situs terpisah.

Demikian penjelasan mengenai apa itu Addon Domain hingga perbedaannya dengan Subdomain. Semoga membantu.