Bundling merupakan strategi pemasaran yang berguna untuk mempromosikan produk dengan bentuk penyajian gabungan 2 produk atau lebih pada satu kemasan. Sederhananya, bundling menawarkan kemasan produk dalam bentuk paket yang berisi berbagai macam produk dengan total harga yang lebih murah daripada membeli produk secara satuan.

Strategi bundling dinilai menguntungkan konsumen dan juga penjual. Dari sisi konsumen, pembelian paket produk terasa lebih murah karena hanya perlu membayar 1 item dan telah mendapatkan banyak produk. Sedangkan dari sisi penjual, produknya lebih cepat terjual dan promosi ini juga efektif untuk menjangkau konsumen baru.

Mengenal Strategi Bundling

Munculnya strategi bundling berawal pada tahun 1995, di mana pada saat ini perusahaan telekomunikasi menciptakan suatu produk komunikasi berupa ponsel CDMA yang terintegrasi dengan jaringan dan sejumlah aplikasi lainnya, sehingga banyak diminati oleh masyarakat karena dianggap menguntungkan.

Sejak saat itu, strategi bundling diadopsi pada berbagai sektor industri karena dianggap efektif meningkatkan persediaan produksi serta penjualan produk. Dan momen-momen menjelang perayaan hari tertentu merupakan waktu yang tepat untuk melancarkan strategi ini.

Jenis-Jenis Produk Bundling

1. Pure Bundling

Pure bundling menyediakan produk yang hanya bisa dibeli pada paket yang disediakan saja, tidak bisa dibeli secara terpisah. Jadi jika ingin membeli sebuah produk, pembeli diharuskan membeli produk lainnya karena penjualan dilakukan satu paket

Kelemahan dari pure bundling adalah tidak memberikan kebebasan bagi konsumen untuk memilih produk apa yang dibutuhkannya. Strategi pure bundling memang memiliki tujuan baik agar produk bisnis lebih cepat laku terjual, tetapi di sisi lain strategi ini tidak memberikan kenyamanan bagi konsumen.

2. Mixed Bundling

Mixed bundling merupakan jenis bundling yang menyediakan produk yang digunakan dalam waktu bersamaan. Keuntungan dari mixed bundling adalah konsumen dapat menggunakan satu varian produk secara bersama dan tidak perlu membeli secara terpisah.

Contoh dari mixed bundling adalah penjualan paket produk kecantikan satu varian dengan rangkaian produk yang bisa digunakan secara bersamaan.

3. Same Product Bundling

Same Product Bundling menyediakan produk serupa dalam satu paket, sehingga konsumen bisa mendapatkan beberapa produk dengan harga yang lebih murah. Strategi bundling satu ini menguntungkan konsumen yang memang memiliki kepercayaan serta loyalitas tinggi terhadap suatu produk tertentu karena sudah lama memakainya.

Keuntungan Produk Bundling

1. Peningkatan Rata-Rata Penjualan Produk

Keuntungan diraih berdasarkan peningkatan atas rata-rata penjualan produk yang terjadi secara signifikan. Selain itu, ini juga bisa terjadi dari adanya promosi atau spesial harga yang biasa diterapkan oleh perusahaan agar kuantitas produknya semakin banyak terjual.

2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Strategi bundling mampu mendorong meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk. Hal ini terjadi karena timbulnya kenyamanan saat melakukan transaksi pembelian yang dirasa menguntungkan konsumen karena lebih praktis. Jika kepercayaan konsumen semakin meningkat, timbulnya loyalitas pun akan semakin memungkinkan.

3. Pengurangan Biaya Operasional

Pengurangan biaya operasional yang dimaksud di sini adalah dari sisi produksi kemasan produk serta kegiatan distribusi. Beban biaya kemasan akan berkurang karena penempatan produk dilakukan secara bersamaan serta biaya untuk kegiatan distribusi pun semakin berkurang juga.

Intinya adalah beban operasional jika perusahaan mengadakan bundling produk semakin berkurang dan di sinilah momen yang tepat untuk memperoleh keuntungan maksimal.

4. Produk Lebih Dikenal Secara Luas

Adanya strategi bundling membuat produk lebih dikenal secara luas karena promosi tentunya dilakukan secara besar-besaran, sehingga memungkinkan calon konsumen untuk ikut tertarik membeli produk. Dampaknya adalah produk pun jadi lebih dikenal dan bisa menjangkau banyak orang.

Penutup

Promosi dan penjualan produk melalui strategi bundling umumnya ditemukan pada momen-momen hari perayaan besar, seperti Natal dan bulan suci Ramadhan. Pemilihan waktu yang berdekatan dengan hari perayaan besar dibutuhkan karena akan lebih mudah mengundang atensi konsumen, sehingga perusahaan dapat memperoleh keuntungan besar pada momen tersebut.

Bundling dianggap sebagai strategi pemasaran sekaligus promosi yang baik karena efektif menjual produk secara lebih cepat dan kuantitas yang lebih banyak.