Pengertian Redemption Secara General

Kata “redemption” merupakan istilah dalam bahasa asing yang jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti penebusan atau pembebasan. Sebenarnya dalam kegiatan sehari-hari tentunya aktivitas yang kita lakukan pasti pernah berkaitan dengan redemption.

Misalnya, saat Anda melakukan transaksi pembelian terhadap suatu produk, baik barang atau pun jasa dan pembayarannya misalnya menggunakan kartu anggota maka secara otomatis transaksi tersebut akan memperoleh poin dan kumpulan poin yang Anda hasilkan akan berguna dan bisa ditukar dengan produk atau jasa lainnya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pengertian Redemption Pada Investasi

Pada investasi, istilah redemption mengacu pada sesuatu yang berhubungan dengan reksadana. Redemption dapat diartikan sebagai kegiatan penjualan kembali unit-unit penyertaan atau penarikan sebuah dana yang telah disimpan pada akun reksadana.

Tiap jenis dari reksadana memiliki karakteristiknya masing-masing serta memiliki tingkat waktu penyimpanan dalam jangka waktu panjang dan juga jangka waktu singkat. Jika Anda ingin menyimpan dana yang dimiliki dalam waktu yang lama, maka pilihan reksadana yang tepat adalah reksadana saham, sedangkan jika penyimpanan dana dilakukan dalam jangka waktu yang singkat, maka reksadana pendapatan tetap dapat menjadi pilihannya.

Penentuan serta pemilihan jenis reksadana harus dilakukan dengan sebaik-sebaiknya untuk menghindari terjadinya ketimpangan serta pencapaian tujuan atau standar finansial yang telah ditetapkan oleh masing-masing pihak.

Faktor-Faktor Terjadinya Penarikan Redemption Pada Reksadana

Redemption pada reksadana memang menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan penarikan dana yang dapat dilakukan kapan pun. Penarikan dana ini sangat penting dilakukan bagi sebagian pihak karena hal ini akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan pada kondisi tertentu yang membutuhkan dana darurat.

Oleh sebab itu, jika Anda memiliki simpanan dana pada reksadana pikirkan kembali jika ingin melakukan pencairan dana karena sebetulnya pencairan dana tersebut juga berdampak jangka panjang terhadap kondisi finansial Anda. Sebaiknya, lakukan pencairan dana pada situasi dan kondisi tertentu dengan memikirkan baik-baik segala risiko dan manfaat yang akan didapatkan jika pencairan tersebut dilakukan.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai faktor-faktor umum yang menyebabkan terjadinya pencairan reksadana.

1. Terjadinya Penurunan Investasi

Ketika terjadi penurunan harga investasi pada reksadana, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penjualan terhadap reksadana yang dimiliki. Penjualan reksadana pada saat situasi sedang mengalami penurunan akan menghindari Anda dari segala risiko yang mungkin terjadi.

Selama terjadinya penurunan tersebut, Anda dapat melakukan pengalihan dana yang dimiliki untuk melakukan investasi pada instrumen finansial yang berbeda, contohnya saham.

2. Pemenuhan Kebutuhan

Salah satu alasan klasik terjadinya pencairan terhadap dana yang diinvestasikan pada reksadana ialah karena bertujuan untuk melakukan tanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan semacam ini biasanya bersifat darurat serta terjadi begitu saja, sehingga pencairan dana dengan alasan pemenuhan kebutuhan merupakan salah satu hal lumrah dan wajar dilakukan oleh sebagian orang karena pada dasarnya di situasi itulah fungsi dana yang kita investasikan selama ini sebagai penunjang dalam menjamin kebutuhan yang kita miliki.

3. Pengaturan Kembali Dana Investasi

Apabila terjadi suatu hal di luar kendali kita, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan terhadap kinerja dari reksadana, Anda dapat melakukan penjualan serta pencairan dana pada masa ini. Mengapa demikian? Karena penjualan yang dilakukan akan menghasilkan nilai potensi yang berbeda dan tentu saja lebih menguntungkan, terlebih jika dana yang dicairkan tersebut diinvestasikan kembali pada bentuk investasi lainnya.

Penutup

Dalam dunia investasi, arti dari “redemption” merujuk pada sesuatu yang berkaitan dengan penjualan kembali unit-unit penyertaan yang kita miliki agar bisa dicairkan kembali dalam bentuk aset. Landasan terjadinya pencairan dana tersebut beraneka ragam dan pada intinya jika ingin melakukan pencairan dana pada reksadana sebaiknya perlu dipikirkan kembali terkait segala risiko yang akan didapatkan dan manfaat yang bisa diambil.