Memperhatikan naik dan turunnya harga suatu komoditas di pasar merupakan salah satu cara untuk mengukur inflasi. Fenomena inflasi berdampak ke berbagai sektor industri dalam pasar karena segalanya saling berkaitan termasuk nantinya akan berimbas pada pembeli karena naiknya harga kebutuhan. Fenomena inflasi memang memerlukan perhatian lebih agar bisa teratasi dengan baik.

Pengertian Inflasi

Inflasi ditandai dengan keadaan perekonomian di suatu negara yang mengalami kenaikan harga pada komoditas tertentu, baik barang atau jasa untuk jangka waktu lama dan berkelanjutan. Inflasi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara perputaran arus uang dan produk yang ditandai dengan munculnya kenaikan harga.

Perlu diingat jika kenaikan harga yang bersifat sementara bukanlah termasuk inflasi karena jangka waktu terjadinya inflasi memakan waktu lama. Itulah mengapa proses pengembalian situasi ekonomi dalam pasar turut menyita waktu. Tetapi, inflasi tetap saja tidak bisa dihilangkan karena terdapat berbagai faktor yang mampu membangkitkan timbulnya inflasi. Untuk itu, diperlukan adanya pengendalian melalui sejumlah kebijakan untuk bisa memperlambat laju inflasi.

Penyebab Inflasi

Sederhananya, terdapat 3 hal yang menyebabkan munculnya inflasi, yakni kenaikan permintaan dan biaya produksi, serta didukung oleh peredaran uang yang tidak mampu dikendalikan. Simak penjelasannya di bawah ini agar semakin mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab inflasi!

1. Terjadinya Peningkatan Permintaan

Penyebab pertama terjadinya inflasi adalah akibat adanya peningkatan permintaan terhadap produk barang dan jasa tertentu secara menyeluruh (agregat demand), sehingga berpotensi menciptakan inflasi. Peningkatan permintaan ini pun tidak serta merta terjadi begitu saja, setidaknya terdapat 3 hal yang memicu terjadinya kenaikan permintaan, yakni:

a. Terjadinya peningkatan kegiatan belanja oleh pemerintah

b. Lonjakan permintaan ekspor terhadap komoditas dalam suatu industri tertentu

c. Permintaan barang sebagai pemenuhan kebutuhan bagi pihak swasta

2. Terjadinya Peningkatan Biaya Produksi

Penyebab kedua terjadinya inflasi adalah akibat adanya peningkatan biaya produksi yang didorong oleh naiknya harga bahan-bahan baku, meningkatnya upah buruh, serta bahan bakar yang menunjang proses distribusi, sehingga perusahaan pun sudah pasti akan meningkatkan nilai harga dari produk tersebut di pasaran.

3. Tingginya Peredaran Uang

Penyebab kedua terjadinya inflasi adalah peredaran uang yang tidak bisa dikendalikan dengan baik oleh pemerintah. Peredaran uang yang tidak terkontrol akan menyebabkan jumlah uang yang beredar di masyarakat meningkat dan mendorong timbulnya inflasi karena jika digambarkan secara sederhana maka saat jumlah barang tetap, tetapi peredaran uang meningkat hingga 2 atau 3 kali lipat, maka dapat berpeluang untuk terjadinya kenaikan harga produk mencapai 100%.

Jenis-Jenis Inflasi

jenis-jenis inflasi dikategorikan ke 3 jenis, yaitu berdasarkan tingkat keparahan, penyebab, serta sumbernya, berikut ini penjelasannya.

1. Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi dikelompokkan menjadi 4 jenis, yakni:

a. Inflasi ringan merupakan inflasi yang jika dihitung tingkat persentasenya hanya dibawah 10% per tahun dan ini adalah jenis inflasi yang mudah dikendalikan serta kehadirannya dianggap tidak begitu berpengaruh dan mengganggu perekonomian negara.

b. Inflasi sedang merupakan inflasi yang jika dihitung tingkat persentasenya berada di kisaran 10% hingga 30% per tahun. Inflasi sedang seringkali dianggap mampu menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat berpenghasilan tetap, namun inflasi sedang dinilai belum terlalu mengganggu perekonomian negara seperti halnya inflasi ringan.

c. Inflasi berat merupakan inflasi yang jika dihitung tingkat persentasenya berada di kisaran 30% hingga 100% per tahun. Inflasi berat berimbas pada terjadinya kekacauan ekonomi dan mengubah kebiasaan masyarakat yang lebih memilih menyimpan barang ketimbang menabung uang.

d. Inflasi sangat berat atau yang biasa dikenal hiperinflasi merupakan inflasi yang jika dihitung tingkat persentasenya mencapai angka 100% ke atas per tahun. Hiperinflasi terlampau sulit dikendalikan meski telah diatasi dengan sejumlah kebijakan, sehingga wajar jika hiperinflasi bisa berlangsung dalam waktu lama.

2. Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya, inflasi dikelompokkan menjadi 3 jenis, yakni:

a. Demand pull inflation merupakan inflasi yang terjadi karena permintaan barang atau jasa lebih tinggi dibandingkan usaha produsen untuk memenuhinya.

b. Cost push inflation merupakan inflasi yang terjadi karena adanya kenaikan biaya produksi sehingga harga penawaran barang ikut naik.

c. Bottle neck inflation merupakan inflasi yang disebabkan oleh 2 faktor, yaitu penawaran dan faktor permintaan.

3. Jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumbernya,  inflasi dikelompokkan menjadi 2 jenis, yakni:

a. Domestic inflation merupakan inflasi yang bersumber dari dalam negeri akibat jumlah uang beredar di masyarakat lebih banyak dibandingkan yang dibutuhkan. Selain itu, domestic inflation juga bisa terjadi saat jumlah barang atau jasa tertentu kuantitasnya berkurang, sedangkan permintaan barang tetap dan menyebabkan harga produk naik.

b. Imported inflation merupakan inflasi yang bersumber dari luar negeri akibat aktivitas perdagangan yang ditandai dengan munculnya kenaikan harga di luar negeri.

Penutup

Fenomena inflasi yang melanda yang melanda sebuah negara umumnya terjadi berdasarkan 3 faktor utama, yaitu kenaikan permintaan, peningkatan biaya produksi, serta peredaran uang yang tidak terkendali. Ketiga penyebab di atas berimbas pada kelesuan ekonomi dan kondisi dalam pasar dalam jangka waktu yang panjang. Namun, tidak semua jenis inflasi menimbulkan gangguan parah bagi suatu negara karena itu semua juga bergantung pada tingkat persentase inflasi yang sedang terjadi.