Pernahkah mendengar istilah broker? Broker adalah individu atau perusahaan yang bertindak sebagai perantara transaksi antara investor dengan pasar modal di Bursa Efek Indonesia.

Dalam suatu kegiatan perdagangan di pasar modal, terdapat badan kelembagaan atau individu yang berperan sebagai mediator atau penghubung antara investor dengan pasar modal. Jadi, agen tersebut biasa disebut sebagai broker.

Berdasarkan pada apa yang tertulis di laman SmartAsset, broker merupakan perantara bagi investor yang ingin membeli saham di perusahaan publik. Pada umumnya, broker bekerja pada perusahaan saham yang berhubungan langsung dengan anggota bursa atau biasa disebut dengan anggota bursa. Tetapi, broker juga diharuskan menjalankan tugasnya sesuai dengan etika bursa.

Jadi, untuk menjadi seorang broker, kita membutuhkan bukti kelulusan ujian Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan juga memiliki sertifikasi Analis Keuangan Bersertifikat atau CFA untuk menjamin kredibilitas.

Segala aktivitas perusahaan pialang saham harus diawasi oleh lembaga pengawas yang telah resmi dibentuk oleh pemerintah, yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti. Adapun tanggung jawab dari Bappebti adalah memastikan bahwa seluruh aktivitas perdagangan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Bagaimana Broker Bekerja?

Ketika investor memberikan order beli atau jual kepada broker yang dipilih, broker akan melaksanakan order sesuai dengan yang dikatakan investor. Besaran volume dan harga pun sudah ditentukan oleh investor. Intinya, broker hanya berperan sebagai perantara dan tidak berhak untuk memengaruhi dan mengatur besaran serta nilai harga yang diinginkan oleh investor.

Seorang broker pun memperoleh penghasilan dari komisi untuk setiap aktivitas transaksi yang dilakukannya saat memberikan pelayanan kepada investor. Ini berarti semakin banyak broker melakukan transaksi, semakin banyak pendapatan yang bisa mereka peroleh. Beberapa broker juga menetapkan komisi berdasarkan selisih harga jual dan harga beli, dan ada beberapa broker yang mengenakan tarif tetap, bahkan ada yang berubah.

Selain itu, karena broker lebih merupakan penghubung atau perantara, beberapa investor memiliki klien yang mengandalkannya untuk dapat melakukan analisis pasar modal karena keterbatasan waktu.

Selain itu, broker juga mampu memberikan rekomendasi saham kepada investor yang telah didasarkan pada analisa saham yang kuat, seperti analisis ekonomi global atau makro, fundamental perusahaan, dan informasi lainnya terkait saham perusahaan di lantai bursa. Rekomendasi ini juga akan mempengaruhi reputasi atau nama baik sebuah broker karena semakin baik perolehan hasil atau keuntungan dari rekomendasi yang diberikan oleh broker, maka akan semakin baik pula reputasinya.

Jenis – Jenis Broker

1. Broker Ritel

Broker ritel memberikan pelayanan terhadap investor secara perorangan dan akan mendapatkan komisi ketika melakukan aktivitas jual beli sesuai dengan pesanan investor.

2. Broker Institusional

Broker institusional adalah broker yang melayani investasi pada saham milik suatu instansi atau lembaga. Pada umumnya broker jenis ini akan menerima panggilan dari institusi, seperti lembaga reksadana untuk melakukan transaksi di pasar modal.

Jika dilihat berdasarkan layanan yang diberikan oleh broker jenis ini maka akan dibagi lagi menjadi 4 jenis, yaitu:

a. Full Service Broker

Sesuai dengan namanya, full service broker adalah broker yang memberikan layanan penuh, mulai dari memberikan informasi dan laporan analisis, melaksanakan permintaan beli dan jual dari investor, serta memelihara rekening investor.

Broker jenis ini sangat cocok untuk investor yang tidak memiliki keahlian untuk membaca situasi pasar atau tidak memiliki cukup waktu untuk menganalisis pasar. Tetapi, untuk layanan ini perlu membayar komisi dengan nilai cukup tinggi.

b. Deep Discount Broker

Broker jenis ini menawarkan layanan yang paling sederhana, yaitu hanya melakukan permintaan beli dan jual serta memelihara akun investor. Karena pelayanannya cenderung sederhana, maka komisi yang harus dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan jenis broker sebelumnya.

c. Discount Broker

Discount broker memberikan pelayanan berupa fasilitas pembelian serta penjualan saham, memberikan rekomendasi berupa laporan analisis dan informasi terkini. Biasanya, investor yang menggunakan jasa broker ini sudah mempunyai pengetahuan dasar permodalan terkait pasar modal dan mampu membaca data yang telah disajikan pada pasar modal.

Pembayaran komisi dari penggunaan layanan dari discount broker akan jauh lebih murah dari broker full service dan tetap lebih mahal dari broker deep discount.

d. Online Broker

Broker online adalah jenis broker yang melakukan pekerjaannya secara online di internet dengan sistem layanan layaknya broker konvensional. Saat ini, kehadiran layanan jasa dari broker online semakin diminati oleh masyarakat karena didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin mumpuni, sehingga dinilai lebih fleksibel dan praktis. Selain itu, jika dilihat dari segi penetapan komisi, online broker menetapkan pembiayaan komisi jauh lebih murah dibandingkan dengan broker pada umumnya.

Cara Memilih Broker Dengan Tepat

Berikut tips-tips untuk dapat memilih broker dengan tepat agar bisa menyesuaikan dengan kondisi finansial investor serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. Simak baik-baik ya!

1. Pialang harus memiliki pengetahuan yang baik tentang analisis pasar modal dan juga pengetahuan tentang perhitungan variabel

2. Pilih broker yang sudah memiliki legalitas hukum di mata hukum

3. Pilih biaya komisi yang sesuai dengan kemampuan dan layanan yang disediakan oleh broker

4. Pilih broker atau perusahaan pialang yang sudah dikenal investor. Semakin berpengalaman sebuah perusahaan, semakin dianggap kredibel dan dipercaya dalam memberikan rekomendasi

Penutup

Penjelasan mengenai broker di atas telah memberikan wawasan baru bagi para calon investor sebelum resmi terjun untuk memulai investasi. Broker mempunyai peranan penting karena berperan sebagai penyedia dan perantara dari transaksi pembelian maupun penjualan saham. Keberadaan broker saat ini telah banyak bertumbuh dalam dunia investasi di Indonesia, inilah waktu yang tepat untuk mencari tahu, memilih, serta mendalami broker-broker apa saja yang hendak dipilih untuk membantu para calon investor agar semakin mudah melakukan transaksi pada pasar modal.