Berinvestasi pada instrumen saham merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan pendapatan pasif. Selain itu, investasi saham juga menjadi langkah alternatif untuk dapat menyimpan uang dalam jumlah besar tanpa mengurangi nilai tukar dari uang tersebut, sehingga saham diyakini mampu untuk mengatasi permasalahan inflasi yang terjadi tiap tahunnya.

Dewasa ini, kemudahan berinvestasi telah didukung dengan hadirnya berbagai platform digital yang bisa memudahkan para pemegang saham untuk melakukan transaksi pembelian saham. Tidak perlu modal besar untuk bisa menanam sebuah saham, dengan dana minim pun kita sudah bisa berinvestasi dan pembelian saham secara bertahap dari waktu ke waktu dapat menjadi solusi agar nantinya saham yang kita miliki bisa bertambah banyak.

Sebelum yakin untuk melakukan investasi dalam dunia saham, ada baiknya untuk meyakini terlebih dahulu apa itu dividen. Sederhananya, dividen merupakan pembagian hasil yang berasal dari keuntungan perusahaan dan menjadi hak milik para pemegang saham. Dividen menjadi tolok ukur untuk melihat bagaimana kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu dalam mengelola operasional perusahaannya hingga mendapatkan keuntungan. Untuk lebih memahami makna dividen, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Dividen?

Dividen adalah pembagian hasil keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham. Selain itu, jumlah pembagian dividen tiap periode pun selalu berubah-ubah dan penetapan pembagian besaran dividen per lembar sahamnya ditentukan melalui Rapat Umum Pemilik Saham (RUPS). Melalui RUPS akan dibahas sejumlah aturan mengenai mekanisme pembagian dividen yang sifatnya terbuka, transparan, dan sesuai dengan keputusan bersama.

Namun, dalam praktiknya tidak semua perusahaan melakukan pembagian dividen secara berkala karena alasan tertentu. Faktor inilah yang memengaruhi minat para pemegang saham dalam memilih saham perusahaan mana yang akan dibeli dan dipertahankan.

Jenis-Jenis Dividen

Dividen mempunyai beberapa jenis yang umumnya bisa diterima oleh pemegang saham, berikut ini ulasannya.

1. Dividen Tunai

Dividen tunai merupakan jenis dividen yang paling umum dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Sesuai dengan namanya, pembagian dividen tunai diberikan dalam bentuk uang tunai dan ini menjadi salah satu jenis dividen yang paling diminati karena uang tersebut dapat dialihkan sebagai pendapatan pasif.

2. Dividen Saham

Dividen saham adalah pembagian keuntungan perusahaan dan diberikan dalam bentuk lembaran saham. Maksud dari pembagian lembaran saham ini adalah para pemegang saham diberikan saham tambahan oleh perusahaan tersebut, sehingga total kepemilikan saham menjadi bertambah. Pembagian dividen saham biasanya diberlakukan saat likuiditas perusahaan tidak berubah.

3. Dividen Barang

Dividen barang merupakan pembagian keuntungan yang diberikan dalam bentuk barang bukan kas. Pembagian dividen jenis ini dalam praktiknya terasa lebih sulit karena perusahaan harus bisa memastikan dengan baik barang yang diterima oleh masing-masing pihak harus memiliki kesamaan nilai agar penerimaan bersifat adil.

4. Dividen Skrip

Berbeda dengan jenis dividen lainnya, pembagian dividen skrip dilakukan dengan penetapan perjanjian utang yang berisi pembagian hasil serta tanggal jatuh tempo yang akan diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Artinya, perusahaan meminta kemunduran waktu pembagian dividen yang diubah ke dalam bentuk utang.

5. Dividen likuidasi

Perusahaan memberikan dividen yang bersumber dari laba perusahaan. Tetapi, praktik pembagian dividen jenis ini kerap kali dinilai menimbulkan kerugian karena laba yang dibagikan membuat modal perusahaan kian berkurang, sehingga dividen jenis ini jarang dilakukan.

Cara Menghitung Nilai Dividen

Untuk menghitung nilai dividen terdapat 3 hal dasar yang harus dimengerti, yakni keuntungan bersih perusahaan (EPS), rasio pembayaran dividen (DPR), serta jumlah saham yang beredar. Perhitungan jumlah dividen cukup sederhana yang dihitung dengan rumus:

Dividen = Earning Per Share x DPR (dalam Bentuk Persentase)

Setelah menemukan hasil, perusahaan selanjutnya perlu menghitung besaran nilai per satu lembar saham yang berguna saat pembagian dividen dengan rumus:

Dividen Per Lembar Saham = Dividen : Saham yang Beredar

Cukup mudah bukan cara menghitung kedua hal di atas. Perhitungan dividen serta nilai per lembar sahamnya dapat dihitung diperkirakan secara mandiri. Intinya adalah semakin banyak lembaran saham yang kita miliki, maka dividen yang akan diterima pun akan semakin banyak pula.

Penutup

Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham yang diberikan pada suatu periode tertentu. Dividen dinilai dapat menjadi tolok ukur untuk melihat kinerja perusahaan dalam menjalankan operasional hingga menghasilkan keuntungan.