Dalam menjalankan bisnis pemilik menginginkan agar perusahaannya semakin berkembang, sehingga membutuhkan penambahan modal. Pada umumnya, ada dua jenis pembiayaan yaitu pembiayaan utang (debt) dan pembiayaan ekuitas (equity). Untuk dapat menentukan pembiayaan yang tepat, simak penjelasan mengenai kedua pembiayaan tersebut beserta kelebihan dan kekurangannya.

Pembiayaan Utang (Debt)

Pembiayaan utang adalah perolehan dana dengan cara berutang atau meminjam uang untuk membiayai kegiatan usaha. Pada pembiayaan utang, Anda sebagai debitur memiliki kewajiban untuk membayar sejumlah angsuran yang terdiri dari pokok pinjaman beserta bunga. Pada umumnya, sebuah perusahaan dapat memperoleh pinjaman dari bank atau perusahaan pembiayaan lainnya. Kreditur atau pemberi pinjaman cenderung memperhatikan rasio debt to equity, sehingga perusahaan perlu mempertahankan rasio tersebut relatif rendah dengan tujuan dapat mengakses pembiayaan utang saat perusahaan membutuhkan di masa yang akan datang.

Terdapat beberapa jenis pembiayaan utang, antara lain:

  1. Pinjaman pribadi
    Ketika baru mendirikan suatu usaha baru, Anda mungkin membutuhkan modal tambahan dengan pinjaman pribadi.
  1. Kartu kredit
    Untuk menjalankan bisnis, Anda dapat mengajukan kartu kredit bisnis yang memiliki persyaratan serupa dengan kartu kredit pribadi seperti adanya jadwal pembayaran dan tingkat bunga.
  1. Pinjaman bank
    Ketika membutuhkan dana, Anda dapat mengajukan kredit di suatu bank. Meskipun agak sulit diperoleh, pinjaman di bank memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjaman dari pemberi pinjaman lainnya.
  1. Pinjaman arus kas
    Pada pinjaman arus kas, Anda akan menerima sejumlah uang pinjaman yang ditentukan berdasarkan besarnya pendapatan usaha saat ini.
  1. Jalur kredit (Business lines of credit)
    Merupakan fasilitas kredit yang disediakan oleh pemberi pinjaman dengan maksimum limit tertentu. Meskipun sejumlah dana telah tersedia, Anda sebagai debitur bisa menggunakan dana sesuai kebutuhan dan hanya membayar bunga atas uang yang Anda gunakan.

Kelebihan pembiayaan utang antara lain:

  1. Dalam pembiayaan utang, pemberi pinjaman tidak memiliki kepemilikan dan kendali dari bisnis. Selain itu, hubungan antara debitur dan kreditur juga hanya berlangsung selama masa pinjaman.
  2. Dengan adanya pembayaran bunga atas utang, maka dapat menjadi pengurang biaya pajak (tax deductible) yang harus dibayarkan perusahaan.
  3. Anda dapat mengetahui berapa banyak yang harus dibayar setiap bulan sesuai dengan angsuran pinjaman, sehingga Anda akan lebih mudah merencanakan biaya-biaya lainnya dan melakukan forecast.

Kekurangan pembiayaan utang antara lain:

  1. Anda memiliki kewajiban membayar kembali pinjaman beserta bunganya dalam kondisi apapun yang perusahaan Anda hadapi, bahkan jika usaha Anda tidak berjalan dengan lancar. Jika hal ini terjadi, maka Anda perlu berkonsultasi dengan pemberi kredit tentang alternatif lain agar kelancaran pembayaran angsuran tidak terganggu.
  2. Anda perlu menggunakan keuangan atau aset pribadi sebagai jaminan atas kredit. Meskipun perusahaan yang akan berutang, beberapa pemberi pinjaman juga akan meninjau keuangan pribadi pemilik dan pengurus perusahaan. Selanjutnya, aset Anda akan digunakan sebagai agunan atau jaminan atas utang.
  3. Dengan pembiayaan utang, pengeluaran setiap bulannya akan lebih tinggi, sehingga ketersediaan uang tunai menjadi lebih sedikit. Oleh karena itu, Anda harus selalu menjaga likuiditas perusahaan.

Pembiayaan Ekuitas (Equity)

Pembiayaan ekuitas adalah pembiayaan yang diperoleh dengan menjual sebagian kepemilikan perusahaan Anda kepada investor untuk menjadi modal tambahan mengembangkan bisnis.

Terdapat beberapa jenis pembiayaan ekuitas, antara lain:

  1. Initial Public Offering (IPO)
    IPO adalah penawaran umum perdana yaitu ketika perusahaan go public sehingga saham dapat diperjualbelikan oleh investor di bursa efek Indonesia (BEI).
  1. Angel Investor
    Merupakan investor yang memberikan dana untuk pendirian suatu bisnis start-up. Angel investor tentu mencari bisnis yang berpotensi memberikan keuntungan atau pengembalian yang tinggi atas investasi mereka. Sebagai imbalan atas investasi modal dan pengetahuan mereka, angel investor akan memperoleh ekuitas di perusahaan tersebut.
  1. Capital Venture
    Merupakan perusahaan yang terdiri dari investor-investor yang secara bersama-sama akan berinvestasi pada bisnis baru yang dinilai layak dan tentunya berpotensi memberikan keuntungan.
  1. Crowdfunding ekuitas
    Anda dapat memperoleh dana dari audiens yang menjadi target dengan memberi imbalan ekuitas atau berupa barang atau jasa ketika bisnis Anda berhasil mencapai tujuan pembiayaan.

Kelebihan pembiayaan ekuitas antara lain:

  1. Melalui pembiayaan ekuitas, Anda tidak perlu membayar kembali dana yang diinvestasikan oleh investor. Hal ini dikarenakan, investor telah memperoleh sebagian kepemilikan saham perusahaan yang Anda jual.
  2. Pembiayaan ekuitas tidak memberatkan keuangan perusahaan secara langsung karena Anda tidak perlu membayar kembali investor dan tidak dikenakan bunga.
  3. Dengan pembiayaan ekuitas, modal diterima dapat digunakan untuk operasi bisnis bahkan ketika Anda baru membangun usaha. Sedangkan, biasanya pembiayaan dengan utang baru bisa diperoleh jika pemberi pinjaman menilai bahwa usaha telah berjalan dengan baik.

Kekurangan pembiayaan ekuitas antara lain:

  1. Agar dapat memperoleh dana, Anda harus menjual sejumlah saham perusahaan kepada investor. Namun, terkadang hal ini sulit dilakukan oleh para pemilik usaha kecil.
  2. Dikarenakan Anda telah menjual sebagian saham, maka investor atau pemegang saham dapat ikut mengambil keputusan bisnis yang penting.
  3. Ketika bisnis telah berjalan dengan baik dan Anda ingin memperoleh kembali persentase kepemilikan yang terjual (buyback), mungkin Anda akan dikenakan harga yang tinggi sehingga biayanya lebih besar dibandingkan modal awal yang diberikan oleh investor.

Kesimpulan
Demikian pembahasan mengenai pembiayaan utang dan ekuitas. Dalam mengembangkan bisnis Anda, terdapat risiko yang dihadapi dari setiap keputusan pembiayaan yang diambil. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kemampuan bisnis Anda dalam menghadapi risiko dari pembiayaan utang atau pembiayaan ekuitas. Anda juga perlu memperhatikan secara detail mengenai setiap ketentuan dalam kesepakatan pembiayaan utang maupun ekuitas.