Selain pasar modal, terdapat pasar lainnya yang termasuk ke dalam jenis pasar abstrak, yaitu pasar uang. Sesuai dengan jenisnya, pasar uang berbeda dengan pasar konvensional pada umumnya yang menjual barang dan jasa secara riil, langsung, serta terjadinya transaksi dapat berlangsung kapan saja. Lantas, produk apa yang diperjualbelikan pada pasar uang? Produk tersebut berupa aset atau kekayaan milik pihak-pihak tertentu dan terjadi fluktuasi harga, sehingga menimbulkan risiko besar saat berinvestasi di pasar uang berlangsung.

Serupa dengan investasi di pasar modal pada umumnya, meskipun risikonya besar, namun keuntungan yang dihasilkan juga bernilai besar. Jadi, tidak mengherankan jika banyak orang beramai-ramai menanamkan modal dan berinvestasi pada pasar uang.

Pengertian Pasar Uang

Berdasarkan pengertian dari Bank Indonesia, pasar uang merupakan bagian dari sistem keuangan yang berkaitan dengan perdagangan serta pinjaman dana berjangka pendek dengan kurun waktu maksimal selama satu tahun dengan menggunakan mata uang rupiah dan valuta asing (valuta asing). Secara sederhana, pasar uang bisa diartikan sebagai pertemuan antara pemberi dana dengan penerima dana, di mana pertemuan tersebut bisa dilakukan secara langsung atau melalui bantuan broker.

Pasar uang juga menyediakan sumber pembiayaan terhadap pemberian modal untuk perusahaan atau investor yang ingin melakukan investasi jangka pendek. Pemberian modal dalam pasar uang memiliki konsep yang sama pada investasi di pasar modal karena sama-sama memberikan peluang dan kesempatan untuk mengembangkan bisnis perusahaan melalui pemberian modal. Perusahaan yang akan melakukan ekspansi usaha dan membutuhkan dana akan mendapatkan dana langsung dari pasar ini.

Instrumen-Instrumen Pasar Uang

Pasar uang setidaknya mempunyai 8 macam instrumen keuangan yang diperdagangkan dalam bentuk surat berharga. Berikut ini macam-macam instrumen keuangan pada pasar uang:

1. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

3. Deposito

4. Promissory Notes

5. Commercial Paper

6. Call Money

7. Banker’s Acceptance

8. Treasury Bills

Perbedaan Antara Pasar Uang dan Pasar Modal

Berdasarkan Instrumen yang Diperdagangkan

Berdasarkan instrumen yang diperdagangkan, pasar modal dengan pasar uang mempunyai perbedaan instrumen. Dalam pasar modal, instrumen keuangan meliputi saham, reksadana, obligasi, derivatif, dan Exchange Traded Fund (ETF). Sedangkan, pada pasar modal menyediakan instrumen berupa Surat Berharga Pasar Uang, Sertifikat Bank Indonesia, deposito, promissory notes, commercial paper, call money, banker’s acceptance, dan treasury bills.

Berdasarkan Tingkat Risiko

Berdasarkan tingkat risikonya, pasar uang dan pasar modal sama-sama mempunyai tingkat risiko besar, namun pengendalian tingkat risiko pada pasar uang berjalan lebih baik dibandingkan pasar modal karena jangka waktu investasi relatif lebih singkat dengan fluktuasi lebih stabil.

Berdasarkan Jangka Waktu Investasi

Berdasarkan jangka waktu investasi, pasar uang mempunyai waktu relatif lebih singkat dibandingkan pasar modal. Jika dalam pasar modal jangka waktu investasi bisa berlangsung secara jangka pendek, menengah, dan panjang, beda halnya dengan pasar uang yang bisa terjadi secara jangka pendek saja.

Berdasarkan Otoritas Tertinggi

Berdasarkan otoritas tinggi, pasar modal berada di bawah pengawasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), sedangkan otoritas tertinggi dari pasar uang adalah Bank Indonesia.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, pasar uang dan pasar modal memiliki sejumlah perbedaan dari segi jenis instrumen, jangka waktu investasi, tingkat risiko, dan otoritas tertingginya. Adapun persamaan dari kedua jenis pasar abstrak ini adalah sama-sama menyediakan pemberian pinjaman modal untuk pihak-pihak yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga tidak jarang jika banyak perusahaan memilih pasar uang sebagai tempat untuk mencari tambahan modal.