Motif ekonomi merupakan serangkaian motivasi yang mendorong manusia dalam melakukan aktivitas berkaitan dengan tindakan ekonomi. Implementasi dari motif ekonomi sesungguhnya telah sering kita jumpai pada kehidupan sehari-hari, namun alasan tindakan ekonomi tersebut terjadi tentunya dilandasi oleh berbagai macam-macam motif.

Adapun contoh sederhana dari motif ekonomi adalah seorang ibu rumah tangga setiap harinya berusaha menyisihkan pendapatan harian dari hasil berdagang agar nantinya mempunyai tabungan cukup untuk membiayai pendidikan anaknya. Tujuan dari tindakan yang dilakukan di atas berasal dari dorongan salah satu motif ekonomi. Agar semakin memahami apa itu motif ekonomi beserta macamnya, simak ulasannya di bawah ini ya!

Pengertian Motif Ekonomi

Istilah motif ekonomi selalu dikaitkan dengan dorongan dan alasan seseorang melakukannya karena belum terpenuhi secara pasti salah satu kebutuhan dalam hidupnya. Pemenuhan kebutuhan memang dinilai sebagai pemicu utama mengapa seseorang melakukan tindakan ekonomi dan hal tersebut dikelompokkan ke berbagai macam motif-motif ekonomi. Kebutuhan yang hendak dipenuhi bagi masing-masing orang mempunyai tingkat urgensi dan prioritasnya dan hal tersebut mungkin saja berasal dari kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier.

Selain itu, dalam agenda pemenuhan kebutuhan berdasarkan berbagai macam motif ini akan mampu menggerakkan individu dan orang-orang disekitarnya untuk berpartisipasi mencapai tujuan tersebut. Seorang ahli ekonomi yang bernama Schiffman pun mempertegas bila kekuatan penggerak tersebut disebabkan adanya ketegangan yang timbul karena kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Sifat-Sifat Motif Ekonomi

Berdasarkan sifat-sifatnya motif ekonomi dibedakan menjadi 2 jenis, yakni motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Berikut ini perbedaannya:

1. Motif intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam seseorang tanpa adanya dorongan serta pengaruh eksternal. Oleh sebab itu, tidak jarang jika motif intrinsik disebut sebagai motif yang mendasari alasan untuk memenuhi segala kebutuhan dasar manusia bersifat primer, seperti kebutuhan pangan.

2. Motif ekstrinsik merupakan kebalikan dari motif intrinsik, di mana motivasi tersebut muncul atas dorongan dan pengaruh dari luar. Motif ekstrinsik bisa disebut sebagai motif yang melandasi alasan untuk terpenuhinya berbagai kebutuhan penunjang dan timbul akibat pengaruh lingkungan, relasi dan hubungan interpersonal, maupun kejadian dalam masyarakat. Faktor-faktor tersebut melebur menjadi satu dan membentuk suatu kebutuhan pendukung tertentu.

Macam-Macam Motif Ekonomi

1. Motif Memenuhi Kebutuhan

Motif memenuhi kebutuhan bertujuan untuk mengusahakan terjadinya pemenuhan kebutuhan atas dasar tindakan ekonomi agar mencapai kesejahteraan diri dan orang-orang di sekitarnya. Kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan dilakukan dengan sejumlah perhitungan dan strategi agar hal tersebut dapat terpenuhi semaksimal mungkin. Motif memenuhi kebutuhan terdiri dari tiga macam, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

  1. Kebutuhan primer adalah kebutuhan paling mendasar dan harus terpenuhi karena berhubungan dengan hajat hidup manusia. Rata-rata jenis kebutuhan primer tiap orang bernilai sama karena jika kebutuhan ini tidak terpenuhi secara maksimal maka akan mengancam kesejahteraan kehidupan dari manusia itu sendiri. Contoh dari kebutuhan primer adalah pangan (makan dan minum) dan tempat tinggal.
  2. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan pelengkap namun keberadaannya cukup penting serta dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan utama. Namun, implementasi dari masing-masing kebutuhan sekunder setiap orang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Contoh dari kebutuhan sekunder adalah kendaraan, gawai, rekreasi, dan sebagainya.
  3. Kebutuhan tersier timbul akibat telah terpenuhinya kebutuhan primer dan sekunder. Fungsi dari kebutuhan tersier biasanya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan status sosial seseorang berdasarkan tampilan serta penilaian kemampuannya di hadapan orang lain. Contoh kebutuhan tersier adalah gaya hidup mewah.

2. Motif Memperoleh Keuntungan

Motif memperoleh keuntungan bertujuan untuk menghasilkan profit atas berbagai tindakan ekonomi yang dilakukan. Dorongan ini muncul untuk memperoleh penghasilan tambahan yang berguna untuk keperluan jangka panjang. Kegiatan dalam motif memperoleh keuntungan, diantaranya menciptakan pekerjaan sampingan untuk menghasilkan passive income.

3. Motif Memperoleh Penghargaan

Motif memperoleh penghargaan bertujuan agar nilai serta kualitas diri seseorang di mata orang lain berharga dan dianggap mempunyai keterampilan serta kelebihan mumpuni di suatu bidang. Tujuannya adalah tentu saja untuk memperoleh penghargaan, sehingga hal tersebut bisa memberikan efek kepuasan, kesenangan bathin, serta meningkatnya kepercayaan diri. Contoh dari motif memperoleh penghargaan adalah seorang karyawan berusaha untuk selalu meningkatkan performa dan kinerjanya agar dinilai baik serta membuka peluang untuk memperoleh kenaikan jabatan.

4. Motif Memperoleh Kekuasaan

Seperti namanya, motif memperoleh kekuasaan berhubungan dengan usaha seseorang untuk mendapatkan perhatian lebih serta berusaha agar pernyataan dan tindakannya mampu diterima oleh pihak lain. Tujuannya adalah agar mampu menguasai pihak-pihak tersebut dalam suatu masa atau kondisi tertentu. Biasanya, motif memperoleh kekuasaan ini lumrah ditemukan pada suatu komunitas tertentu, di mana seseorang berpeluang untuk bisa memperoleh pengakuan atas kuasa yang diinginkannya.

5. Motif Organisasi

Motif organisasi adalah motif yang didasari oleh keinginan sebuah kelompok untuk meningkatkan kondisi dari segi ekonomi dengan melaksanakan berbagai kegiatan demi memperoleh keuntungan. Keuntungan inilah yang nantinya mampu mendorong terciptanya kualitas hidup masing-masing anggota agar semakin sejahtera. Contoh dari motif organisasi adalah perusahaan dan pekerjanya bekerja bersama untuk memproduksi serta mendistribusikan hasil usahanya kepada masyarakat melalui pasar, sehingga memperoleh pemasukan dan keuntungan secara berkala.

Penutup

Berbagai macam motif ekonomi di atas muncul karena beragamnya tindakan serta tujuan pemenuhan ekonomi manusia. Adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut seharusnya memang dikondisikan oleh masing-masing kemampuan individu dan realitas sosial agar tidak terjadi ketimpangan dalam misi untuk memenuhi tiap-tiap kebutuhan.