Non-Governmental Organization atau NGO sebetulnya organisasi dengan membawa berbagai kepentingan sosial di segala aspek, entah itu kesehatan, pendidikan, lingkungan, kesetaraan gender, dan sebagainya.

Jika dilihat berdasarkan pengertiannya, NGO tidak hanya sekedar organisasi, tetapi saat ini telah berkembang layaknya sebagai perusahaan yang mempunyai sistem dan struktur jelas serta pembagian kerja dengan fokus yang masing-masing berbeda.

Seringkali, masyarakat masih kurang bisa membedakan perbedaan dari NGO dan kelembagaan lainnya pada aspek sosial, misalnya sociopreneurship. Namun, sesungguhnya perbedaan antara NGO dengan sociopreneurship terletak pada orientasi berjalannya lembaga tersebut.

NGO adalah lembaga yang berjalan di bidang sosial dengan bentuk nirlaba atau tidak mengambil profit dan fokus tujuannya hanya berjalan di bidang sosial. Sedangkan, sociopreneurship adalah lembaga usaha yang bergerak di bidang sosial dan berorientasi pada pemenuhan profit.

Pengertian NGO

Non-Governmental Organization atau biasa disebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah istilah untuk menyebutkan organisasi yang bergerak di bidang sosial dengan tidak berorientasi pada nirlaba. Selain itu, keberadaan dari NGO tidak berada di bawah naungan institusi milik pemerintah dan dapat dikatakan jika pendiriannya bersifat independen.

Dikutip dari sebuah buku yang berjudul Globalizing Social Justice: The Role of Non-Governmental Organizations in Bringing about Social Change oleh Jeff Atkinson dan Martin Scurrah, pengertian NGO diartikan sebagai pengelompokkan masyarakat yang terorganisir dan mempunyai prinsip-prinsip self-governing, privat, serta tidak berorientasi pada profit.

Bersifat Independen, Bagaimana Sumber Pendanaan NGO?

Sebagai lembaga independen dan bersifat nirlaba, sumber pendanaan NGO seringkali dipertanyakan dan bagaimana bisa tetap mempertahankan eksistensi di tengah berbagai kegiatan yang dilakukan.

Jadi, sumber pendaaan NGO berasal dari berbagai metode pengumpulan dana, seperti iuran wajib anggota NGO, penggalangan dana, bantuan dari pihak donatur, pemberian sumbangan dana dari yayasan, serta sumbangan lainnya dari masyarakat.

Siapapun dan dari latar belakang manapun bebas untuk bisa memberikan sumbangan kepada NGO karena hal tersebut sangat berguna bagi keberlangsungan dari NGO itu sendiri. Tetapi, perlu diingat jika lembaga nirlaba ini tidak menjamin adanya sebuah perjanjian timbal balik atas sumbangan yang diberikan karena harus dilakukan secara sukarela.

Jenis-Jenis NGO

Dikutip dari sebuah artikel yang bertajuk Types of NGOs: By orientation and level of Operation, jenis-jenis dari NGO dibedakan menjadi 4 macam dengan masing-masing tujuan dan aspek berbeda-beda. Berikut ini penjelasannya:

1. Charitable Orientation 

Charitable orientation adalah jenis NGO yang kegiatan sosialnya secara spesifik diarahkan untuk memenuhi keperluan dan membantu masyarakat kurang mampu demi menuntaskan kemiskinan (poverty).

2. Service Orientation

Service orientation adalah jenis NGO yang melakukan kegiatan sosial pada basis pemberian pelayanan kepada masyarakat. Adapun aspek-aspek pelayanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, dan sebagainya.

3. Participatory Orientation

Participatory orientation adalah jenis NGO yang mempunyai ciri khas dalam hal melaksanakan kegiatan swadaya dengan melibatkan masyarakat untuk ikut serta membantu menyukseskan kegiatan sosial tersebut. Kegiatan semacam ini lumrah ditemukan pada acara amal untuk membantu korban-korban bencana.

4. Empowering Orientation

Empowering orientation adalah jenis NGO dengan fokus kegiatan sosial pada pemberian pemahaman guna meningkatkan kepekaan serta kesadaran masyarakat mengenai berbagai faktor dalam kehidupan.

5. NGO Nasional

NGO nasional adalah jenis NGO dilihat berdasarkan cakupan seluruh kegiatan operasionalnya dan dibagi berdasarkan jangkauan wilayah kenegaraan.

6. NGO Internasional

NGO internasional adalah jenis NGO yang mempunyai ketetapan operasional seimbang dan menyerupai NGO nasional dengan fokus lebih luas. Biasanya, NGO internasional mempunyai lembaga perwakilan di beberapa negara agar implementasi kegiatan sosial bisa diterapkan secara lebih maksimal.

7. NGO Advokasi

NGO advokasi adalah jenis NGO yang mempunyai tujuan guna menyuarakan keadilan serta kejelasan terkait kebijakan-kebijakan pemerintah agar bisa memengaruhi segala keputusan pemerintah demi kepentingan masyarakat.

Peran NGO untuk Masyarakat

1. Pengembangan dan Pembangunan Aspek Kehidupan Sosial

Sesuai dengan konteks tujuan dan aspek sosialnya, NGO berperan besar dalam mengembangkan pembangunan dalam kehidupan masyarakat di aspek-aspek tertentu dan hal ini tentunya berorientasi terhadap adanya kemajuan untuk masyarakat, sehingga nantinya bisa berkembang serta berpikir secara maju.

2. Mendorong Munculnya Inovasi Berkelanjutan

NGO berperan untuk merencanakan penyelenggaraan berbagai kegiatan bersifat inovatif demi mendukung berjalannya kemajuan di aspek tertentu. Karena jenis, tujuan, serta keberadaan dari NGO jumlahnya begitu banyak, maka tidak mengherankan jika penerapan berbagai inovasi yang berkelanjutan dapat dengan segera diterapkan untuk masyarakat.

3. Aspirator

NGO berperan sebagai aspirator atau perantara penyampaian pesan antara masyarakat dengan pemerintah. Berbagai keluhan dan permasalahan di ruang lingkup sosial bisa diangkat dan disuarakan melalui peran strategis dari NGO, sehingga dapat lebih cepat didengarkan oleh pemerintah.

4. Sebagai Perwakilan Kelompok Masyarakat Tertentu

NGO berperan pula sebagai perwakilan dan menjelma sebagai garda depan yang mewakili masyarakat dalam memengaruhi berbagai kebijakan serta program milik pemerintah. Jadi, bisa dikatakan jika NGO berperan sebagai advokator dalam memfasilitasi masyarakat kelompok tertentu untuk menyuarakan berbagai agenda atau kepentingan, sehingga tujuannya dapat tercapai dan terpenuhi.

Penutup

NGO adalah kelembagaan nirlaba yang bergerak pada aspek sosial serta orientasi untuk menjalankan berbagai aspek di kehidupan masyarakat. Tujuan utama dari NGO adalah untuk memberdayakan serta mencoba untuk menyelesaikan suatu permasalahan agar bisa membawa dampak serta perubahan bagi masyarakat. Pemberdayaan dari kegiatan NGO seringkali mengajak masyarakat untuk ikut serta menyuarakan sebuah topik permasalahan demi mencapai keberhasilan.