Peran piutang dalam dunia bisnis memiliki perbedaan dengan utang. Secara sederhana, perbedaan utang dengan piutang terletak pada peran yang sedang dimainkan oleh perusahaan. Jika utang merupakan masa di mana perusahaan tengah menjadi peminjam modal maka lain halnya dengan piutang, di mana perusahaan berperan sebagai pihak yang memberikan pinjaman kepada pihak pinjaman. Secara luas, makna dari kata piutang sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan pemberian kredit pinjaman karena hal ini juga ditemukan pada sejumlah aktivitas saat penjualan barang dan jasa.

Dalam laporan keuangan perusahaan, piutang berasal dari kelompok aktiva lancar. Aktiva lancar merupakan segala bentuk kekayaan perusahaan meliputi sumber daya berbentuk fisik atau hak yang diperoleh perusahaan melalui sejumlah kegiatan operasional, seperti transaksi. Karena termasuk dari bagian aset aktiva lancar, piutang dimanfaatkan hanya dalam kurun waktu singkat, yaitu kurang lebih satu tahun.

Pengertian Piutang

Piutang mempunyai arti konseptual sebagai salah satu aset dari aktiva lancar yang berperan untuk menjamin kelancaran operasional perusahaan dari berbagai sisi, entah itu sebagai cadangan modal atau pemberi kepastian atas suatu hak yang dimiliki oleh perusahaan. Apabila piutang berasal dari sumber pinjaman modal yang diberikan perusahaan kepada pihak lain, maka mekanisme tempo waktu pinjaman dibayarkan minimal 30 hari atau selambat-lambatnya 90 hari.

Sesungguhnya, piutang dan utang digunakan bergantung dari sudut pandang orang yang menjalankannya. Apabila berperan sebagai pemberi pinjaman maka pihak tersebut berperan sebagai kreditur dan memiliki aset berupa piutang, sedangkan apabila berperan sebagai pihak yang diberi pinjaman maka pihak tersebut berperan sebagai kreditur dan memiliki sejumlah kewajiban disebut sebagai utang.

Ciri-Ciri Piutang

1. Nilai Jatuh Tempo

Nilai jatuh tempo adalah penjelasan dari seluruh jumlah transaksi utama atau total pinjaman yang ditambahkan dengan nilai beban bunga dan harus dibayarkan sesuai dengan waktu jatuh tempo.

2. Pemberlakuan Bunga

Sama halnya dengan utang, pengembalian tunggakan pinjaman dalam piutang dilakukan dengan membebankan sejumlah bunga dan tingkat suku bunga ditentukan dengan landasan regulasi terkait perihal aturan suku bunga.

3. Tanggal Jatuh Tempo

Tanggal jatuh tempo juga diberlakukan dalam praktik pengumpulan dana berdasarkan piutang. Adapun tanggal jatuh tempo ditentukan berdasarkan termin pelunasan, baik pembayaran berdasarkan hitungan bulan ataupun pembayaran berdasarkan hitungan hari. Penentuan tanggal jatuh tempo ditentukan berdasarkan kebijakan serta kesepakatan antara kreditur dan debitur.

Jenis-Jenis Piutang

Piutang Usaha

Piutang usaha atau account receivable merupakan jenis piutang yang timbul dikarenakan adanya penjualan barang dan jasa dengan tempo waktu pelunasan kredit berkisar 1 hingga 2 bulan. Faktor timbulnya piutang usaha disebabkan oleh adanya piutang dagang.

Wesel Tagih

Wesel tagih atau notes receivable merupakan penerbitan surat formal sebagai bentuk kepemilikan utang bagi pihak debitur. Jangka waktu dari wesel tagih biasanya berkisar 2 hingga 3 bulan. Sama seperti piutang usaha, wesel tagih muncul karena adanya piutang dagang.

Piutang Lain-Lain

Piutang lain-lain atau other receivable adalah jenis piutang yang mencakup berbagai macam jenis dan bentuk piutang. Dalam cakupannya, pada piutang lain-lain terdapat piutang usaha, piutang bunga, uang muka atau down payment, dan sebagainya.

Penutup

Penjelasan mengenai piutang di atas telah memberikan suatu pemahaman baru jika penggunaan kedua istilah antara piutang dan utang sebenarnya terjadi dalam suatu mekanisme peminjaman sejumlah dana. Apabila seseorang berperan sebagai peminjam atau kreditur maka ia sudah dipastikan mempunyai aset berupa piutang, sedangkan apabila seseorang berperan sebagai pihak yang diberi pinjaman maka ia memiliki kewajiban serta tambahan beban pembayaran baru berupa bunga pada tiap transaksi pelunasan uang berlangsung.

Selain itu, keberadaan piutang harus selalu berkaca dan dikondisikan dengan keadaan perusahaan terutama di masa-masa ekonomi tengah mengalami krisis akibat suatu hal. Untuk bisa bertahan, pelonggaran atas kontrol terhadap pemberian pinjaman dan jangka waktu pelunasannya harus diawasi dengan baik agar perusahaan tetap bisa bertahan.