Pengertian Pola Double Bottom

Pola double bottom merupakan salah satu analisa teknikal yang dilakukan dengan mengidentifikasi sebuah pola harga, di mana hal tersebut menandakan munculnya perubahan tren. Perubahan tren biasanya terjadi dari saat mengalami kondisi penurunan atau bearish menuju tren yang mengalami kenaikan atau bullish. 

Adapun bentuk pola double bottom menyerupai huruf “W” yang terbentuk ketika sebuah harga menyentuh titik terendah baru (lower low), sehingga menjadi support pertama (S1). Selanjutnya, harga tersebut bergerak naik ke atas dan membentuk sebuah resistance (R1).  Apabila harga tidak dapat menembus resistance maka hal tersebut akan menyebabkan harga kembali menyentuh support sebelumnya (S2).

Target Harga Pola Double Bottom

Pada pola double bottom dapat mencakup harga dan waktu yang bisa terjadi dengan cepat secara bersamaan. Target harga yang terbentuk dalam pola double bottom akan menyesuaikan dengan ukuran pola, sehingga perbandingannya adalah apabila pola yang terbentuk lebih kecil tentunya memiliki target harga yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pola yang terbentuk lebih besar. Target harga dari pola double bottom sejatinya tidak jauh berbeda dengan pola double top, tetapi pengecualian dapat berlaku apabila dengan double bottom ini ditambahkan ketinggian dengan nilai tertentu pada pola titik breakout.

Pengertian Pola Double Top

Pola double top merupakan salah satu analisa teknikal yang dilakukan dengan mengidentifikasi sebuah pola harga, di mana pola yang akan terbentuk adalah saat harga sedang berada pada puncak situasi bullish. Selain itu, pola double top pun menandakan tren bullish yang sedang mengalami proses penurunan atau melemah dan jika keadaan ini terus berlanjut maka akan terjadi bearish. 

Ketika situasi tengah berada dalam posisi bullish, harga yang dipatok dalam pasar mencapai level tertinggi baru. Capaian harga tersebut disebabkan oleh adanya tekanan penjualan, sehingga berimbas pada penurunan harga yang turun ke suport lalu membentuk resistance.

Target Harga Double Top

Pada pola double top, estimasi penurunan harga dinilai sama dengan ketinggian pola yang selanjutnya dikurangi dari titik breakout. Apabila pola tinggi mencapai nilai sebesar $50,05 serta pullback low mencapai $47. Maka saat harga berhasil menembus angka di bawah $47, maka akan kurangi nilai sebesar $3,05 dari $47 untuk menghasilkan target nilai sejumlah $ 43,95.

Pertimbangan Perdagangan Melalui Pola

Pola double top dan double bottom memberikan beberapa manfaat dan kegunaan bagi para pelaku pasar untuk memberikan gambaran sebagai bahan pertimbangan untuk kembali lagi ke posisi pembelian atau penjualan. Tersedianya target harga mungkin hanya dianggap perkiraan, namun di dalamnya mengandung beberapa hal terkait seberapa jauh pengaruh harga agar bisa bergerak setelah harga mengalami penembusan dengan target harga dan stop loss didasarkan atas ketinggian pola.

Segala sesuatu yang diberikan target disebut dengan rasio imbalan berupa risiko yang menjadi kekurangan dari kedua pola ini. Namun, di sisi lain kita dapat menarik sebuah kesimpulan jika keuntungan dan risiko yang didapatkan bernilai sama karena didukung oleh kebiasaan para pelaku ekonomi yang bersikap profesional karena merasa memiliki kecocokan saat memilih alur perdagangan yang mempunyai potensi keuntungan lebih besar ketimbang potensi risikonya.

Penutup

Penggambaran yang terlihat pada kedua pola di atas dapat dijadikan alternatif untuk memantau dan memprediksi pergerakan harga dalam pasar. Hal tersebut juga berguna sebagai bahan pertimbangan agar para pelaku pasar dapat mengambil langkah tepat dalam menyusun strategi penjualan. Namun, perlu diingat jika tidak semua pola perdagangan layak digunakan karena berbagai faktor. Meskipun tidak semua bisa digunakan, setidaknya melalui pola-pola tersebut kita dapat mempelajari hal baru yang mampu memberikan sebuah pengetahuan mengenai gambaran pola harga.