Dewasa ini, tren investasi tengah meningkat di kalangan masyarakat yang dilakukan atas berbagai tujuan. Selain itu, varian instrumen finansial saat ini telah tersedia dalam berbagai bentuk, seperti saham, reksadana, emas, dan deposito. Salah satu varian instrumen finansial yang digemari oleh masyarakat adalah saham. Istilah saham tentunya sudah tidak asing lagi bagi orang-orang yang telah berkecimpung dalam dunia investasi. Namun, bagi Anda yang baru memiliki ketertarikan untuk melakukan investasi, khususnya dalam menginvestasikan saham terdapat beberapa hal yang patut dipahami serta dipelajari sebelum benar-benar menyelami kegiatan investasi.

Dalam saham, terdapat beberapa istilah umum dan mendasar yang perlu dicermati dengan baik agar nantinya semakin memudahkan Anda. Salah satu istilah yang paling utama dan patut diketahui adalah lot. Apa itu lot? Lot adalah satuan resmi yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang digunakan untuk transaksi jual beli saham, di mana 1 lot saham terdiri dari 100 lembar saham yang merupakan jumlah minimum yang harus dibeli untuk memulai berinvestasi. Jadi pada dasarnya, seseorang yang hendak berinvestasi tidak bisa membeli satu atau beberapa lembar saham saja, namun harus dibeli dengan batasan minimum sebanyak 100 lembar saham.

Lantas, bagaimana aturan dalam menghitung total nilai saham yang harus dibayarkan dalam setiap lot? Jawabannya adalah perhitungan dilakukan dengan menggunakan acuan pada harga 1 lembar saham. Artinya, biaya yang wajib dibayarkan jika hendak membeli saham sebesar 1 lot dilakukan dengan mengalikan harga 1 lembar saham dengan 100 lembar saham. Contohnya, harga saham A dipatok senilai Rp. 5000 per lembarnya. Perhitungannya adalah Rp. 5000 x 100 lembar saham, jadi total nominal yang harus dibayarkan untuk membeli 1 lot saham adalah sebanyak Rp. 500.000.

Jika telah memahami dengan baik istilah lot dan bagaimana sistematis penghitungannya, hal yang selanjutnya dilakukan adalah melakukan perencanaan dan persiapan dana investasi dengan baik agar dana yang dialihkan untuk berinvestasi tidak mengganggu kebutuhan-kebutuhan Anda lainnya. Berikut penjabaran beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk membuat perencanaan investasi yang baik.

1. Kenali kondisi finansial Anda dengan baik, setelah itu mulai untuk menyiapkan pengelompokkan untuk memisahkan segala kebutuhan yang Anda miliki, entah itu kebutuhan primer atau kebutuhan sekunder. Berilah dana yang cukup beserta cadangannya, sehingga tidak terjadi ketimpangan pemenuhan kebutuhan suatu hari nanti.

2. Lakukanlah perencanaan yang matang mengenai dana yang nantinya diinvestasikan. Jika Anda belum memiliki dana yang cukup, sisihkan dan tabung dana tersebut sedikit demi sedikit agar bisa membeli saham yang Anda inginkan. Ingat, jangan memaksakan kehendak dan keadaan karena hal tersebut akan membuat perencanaan dana kebutuhan Anda dapat mengalami hambatan.

3. Jika sudah memiliki dana yang cukup, Anda bisa mulai untuk memilih saham yang sesuai dengan kemampuan dan jangkauan pengetahuan Anda terkait saham beserta profil perusahaannya.

4. Sebagai seorang yang pemula dalam dunia saham, disarankan untuk memilih saham jenis blue chip yang memiliki kestabilan serta liabilitas dengan jumlah yang tidak banyak.

5. Dan hal yang harus diingat adalah investasi itu tidak mengenal usia dan tidak ada kata terlambat, jadi lakukanlah secara bijak pada waktu yang tepat.

Penutup

Itulah tadi penjelasan spesifik mengenai istilah lot dalam saham. Mempelajari istilah-istilah umum dalam saham merupakan hal yang wajib dilakukan bagi Anda yang baru saja memiliki ketertarikan dalam dunia investasi. Pahami dengan baik langkah-langkah yang dapat diambil sebelum melakukan investasi agar nantinya dapat memberikan peluang hasil yang baik bagi diri Anda. Ingat, berinvestasilah secara bijak di waktu yang tepat dan jika belum memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi, Anda bisa menyisihkan sebagian uang yang dimiliki agar nantinya keinginan Anda untuk berinvestasi dapat segera terwujud.