Istilah Arti kata window dressing (manipulasi data) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) & Kamus Ekonomi Uang & Bank – Penggunaan kata kata yang jarang digunakan seringkali menyebabkan kita tidak paham tentang makna arti dari percakapan/topik tersebut window dressing (manipulasi data)

 

Arti window dressing (manipulasi data) secara singkat adalah tindakan dalam menyusun laporan keuangan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang kurang baik mengenai perusahaan yang bersangkutan disembunyikan.

Tentu, berikut adalah beberapa contoh penggunaan window dressing dalam bisnis:

1. Penyembunyian utang: Perusahaan dapat menggunakan window dressing untuk menyembunyikan utang yang signifikan dengan cara memindahkannya ke entitas anak atau entitas afiliasi, sehingga tidak terlihat dalam laporan keuangan utama perusahaan.

2. Manipulasi pendapatan: Perusahaan dapat melakukan praktik window dressing dengan memindahkan pendapatan dari periode yang akan datang ke periode saat ini. Misalnya, mereka dapat mempercepat penerimaan pendapatan atau menunda pengakuan pendapatan hingga periode berikutnya untuk menghasilkan laporan keuangan yang terlihat lebih baik.

3. Penyembunyian kerugian: Dalam upaya untuk menyembunyikan kerugian, perusahaan dapat menggunakan window dressing dengan cara memindahkan kerugian ke laporan keuangan entitas anak atau entitas afiliasi yang terpisah. Hal ini dapat membuat laporan keuangan perusahaan utama terlihat lebih baik daripada yang sebenarnya.

4. Manipulasi persediaan: Perusahaan dapat memanipulasi persediaan dengan cara mengurangi jumlah persediaan yang dilaporkan di akhir periode, sehingga meningkatkan rasio laba terhadap persediaan. Praktik ini dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang efisiensi operasional perusahaan kepada para investor.

5. Pengelolaan hutang: Perusahaan dapat menggunakan window dressing dengan cara memperpanjang jatuh tempo pembayaran hutang atau menjalin perjanjian hutang yang menguntungkan dalam periode akhir tahun keuangan. Hal ini dapat memberikan kesan bahwa perusahaan memiliki kewajiban hutang yang lebih rendah daripada yang sebenarnya.

Penting untuk dicatat bahwa penggunaan window dressing merupakan praktik yang tidak etis dan melanggar prinsip-prinsip akuntansi yang sehat. Penggunaan window dressing dapat menyesatkan para investor, kreditor, dan pihak yang bergantung pada laporan keuangan untuk mengambil keputusan yang tepat.

Perlu diketahui bahwa Penggunaan kata window dressing (manipulasi data) tersebut sebenarnya seringkali ditemukan di Industri keuangan & perbankan, pekerja professional startup berbasis teknologi, hingga dalam forum forum meeting internasional, Rapat Bagian Keuangan, Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan, Rapat Internal Perusahaan. Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Evaluasi Kinerja Perusahaan, hingga Obrolan Media Sosial seperti Instagram, Tiktok, Facebook Group, Twitter, Linkedin atau whatsapp telegram group.

 

Semoga penjelasan definisi kosakata window dressing (manipulasi data) dapat menambah wawasan & pengetahuan anda dalam berkomunikasi.

© 2022 – 2023, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA