Pengertian saham Syariah

Saham merupakan salah satu jenis alat yang dapat digunakan dalam pasar keuangan yang paling populer. Tujuan suatu perusahaan menerbitkan saham dengan tujuan agar mendapatkan dana. Pengertian saham sendiri adalah sebuah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan . saham juga menjadi instrumen investasi yang menarik bagi para investor karena dianggap mampu menjanjikan keuntungan yang besar. Seiring berjalannya tahun ke tahun yang semakin maju, saham syariah mulai menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Namun, belum banyak yang mengetahui apa pengertian dari saham syariah ini.

Saham syariah merupakan saham yang berasal dari perusahaan yang performa kerja dan produknya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah atau sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Perbedaan Antara saham syariah dan saham konvensional terletak pada jumlah utang bunga dan pendapatan tidak halal terhadap jumlah aset. Pada saham syariah, jumlah utang bunga dan pendapatan tidak halal harus lebih sedikit dari dibandingkan dengan asetnya. Sedangkan pada saham konvensional jumlahnya dibebaskan.

Kriteria Saham Syariah

Agar dapat terpenuhi dalam kategori saham syariah, saham syariah memiliki dua kriteria yakni, kriteria kegiatan usaha dari perusahaan. Dalam kriteria ini suatu perusahaan tidak dibolehkan untuk melakukan kegiatan usaha yang dianggap mencemarkan moral dan bertentangan dengan prinsip di pasar modal. Berikut beberapa contoh kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip modal .

·         Permainan yang tergolong dalam perjudian

·         Perdagangan tanpa menyertakan penyerahan barang atau jasa

·         Perdagangan yang memberi penawaran palsu

·         Bank yang berbasis berbunga

·         Perusahaan yang pembiayaannya berbasis bunga

·         Transaksi jual beli yang berisiko  atau mengandung unsur ketidakpastian

·         Melakukan transaksi yang di dalamnya mengandung unsur suap

·         Melakukan kegiatan produksi, distribusi, perdagangan, atau menyediakan barang dan jasa yang haram yang dapat merusak moral sesuai yang telah ditetapkan oleh DSN-MUI

Kriteria selanjutnya yakni kriteria rasio keuangan perusahaan. Yang mencakup dua poin yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan. Yang pertama, perbandingan antara total utang yang berbasis bunga dengan total asset yang dimiliki perusahaan terkait dilarang melebihi  45%. Yang kedua, perbandingan total pendapatan tidak halal dilarang melebihi 10% dari total pendapatan usaha (revenue) serta pendapatan lainnya.

Apabila suatu perusahaan telah memenuhi kriteria-kriteria tersebut, maka saham dari perusahaan akan dimasukkan ke dalam daftar efek syariah (DES).

Proses seleksi saham agar dapat dikatakan sebagai saham syariah apabila saham tersebut telah diterbitkan oleh: Emiten dan Perusahaan Publik yang secara jelas menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha yang dilakukan Emiten dan sebuah perusahaan tidak melanggar atau melenceng dari prinsip-prinsip syariah.

Jenis Saham Syariah

Terdapat cukup banyak jenis saham syariah yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Daftar saham yang terlampir mencakup daftar saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dan daftar efek syariah ( DES). Daftar saham syariah akan selalu mengalami perubahan pada jangka waktu tertentu. Sebagai contohnya, dapat dilihat dari daftar saham Jakarta Islamic Indeks (JII) yang memuat 30 emiten saham syariah dari bulan Agustus 2021 sampai bulan November 2021. Berikut daftar 30 saham syariah :

1.      Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

2.      Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

3.      Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)

4.      United Tractors Tbk (UNTR)

5.      Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

6.      Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

7.      Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)

8.      Adaro Energy Tbk (ADRO)

9.      AKR Corporindo Tbk (AKRA)

10.  Aneka Tambang Tbk (ANTM)

11.  Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

12.  Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

13.  Bukit Asam Tbk (PTBA)

14.  PP (Persero) Tbk (PTPP)

15.  Pakuwon Jati Tbk (PWON)

16.  Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)

17.  Barito Pacific Tbk (BRPT)

18.  Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

19.  Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

20.  XL Axiata Tbk (EXCL)

21.  Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

22.  Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

23.  Kalbe Farma Tbk (KLBF)

24.  Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

25.  Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)

26.  Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

27.  Vale Indonesia Tbk (INCO)

28.  Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

29.  Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

30.  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

Terdapat beberapa indeks saham lainnya yang juga menyediakan saham syariah di pasar modal Indonesia selain indeks saham Jakarta Islamic Indeks (JII).  Adapun beberapa indeks tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Jakarta Islamic Index (JII)

Jakarta Islamic Index merupakan indeks pertama dari saham syariah. BEI melakukan seleksi saham syariah yang menjadi unsur JII.

2.      IDX-MES BUMN 17

IDX-MES BUMN 17 merupakan hasil kerjasama antara BEI dan Perkumpulan Masyarakat ekonomi Syariah (MES)  indeks yang mengukur kinerja harga 17 emiten . saham syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hubungan dari indeks saham ini memiliki likuiditas dan kapitalisasi  pasar yang besar didukung oleh fundamental positif emiten.

3.      Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

ISSI merupakan indeks saham syariah gabungan yang tercatat di BEI. Diluncurkan pada 12 Mei 2011, ISSI adalah ukuran dari kinerja pasar saham syariah di Indonesia. Tetapi , dalam indeks ini BEI tidak melakukan seleksi saham syariah.

4.      Jakarta Islamic Index 70 ( JII70)

Indeks keempat adalah Indeks terakhir dari saham syariah adalah Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index). JII70 diluncurkan pada tanggal 17 Mei 2018. Unsur JII70 hanya mencakup 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI.

Demikianlah penjelasan terkait pengertian saham syariah, kriteria saham syariah beserta jenis jenis daftar dan indeksnya. saham syariah merupakan produk investasi yang menjadi salah satu pilihan tepat. Dan juga menjadi hal dalam mendapatkan kesejahteraan keuangan di masa yang akan datang.

© 2022, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA