Gadai – Gadai adalah salah satu aktivitas keuangan yang sering berkaitan dengan masyarakat Indonesia. Namun sungguh disayangkan bahwa nyatanya masih banyak dari kita yang masih awam dengan istilah gadai dan segala hal yang berhubungan dengan gadai. Pada artikel ini, mari memperjelas dan menelusuri istilah gadai dengan lebih rinci

Apa yang dimaksud dengan gadai dan berikan contohnya?

Dikutip dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) gadai adalah hak tanggungan atas barang bergerak; barang jaminan harus lepas dari kekuasaan debitur (pand).

Istilah gadai sendiri adalah hak yang diperoleh atas benda bergerak yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan oleh pihak gadai sendiri. Barang yang bergerak adalah barang yang bisa berpindah tempat maka dari itu tanah dan bangunan tidak termasuk. Gadai adalah salah satu sumber pendanaan bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat di situasi yang mendesak.

Apa yang dimaksud dengan jual gadai?

Jual gadai adalah sebuah kondisi yang terjadi apabila perjanjian pokok tidak berhasil dipenuhi sehingga hak gadai kreditur sebagai jaminan dapat dimiliki oleh kreditur dan pihak yang melakukan pemindahan memiliki hak untuk menebus kembali tanah tersebut.

Apa saja yang bisa di gadai?

Mengutip dari OJK segala barang bentuk padat yang bisa dipindahkan bisa digadaikan. Berikut beberapa contoh yang paling umum masuk sebagai barang yang digadaikan:

1. Logam Mulia

2. Kendaraan

3. Sertifikat

4. Peralatan Elektronik

5. Saham

6. Mesin

7. Tekstil (permandani, kain, sprei dll)

8. Aksesoris

 

Sedangkan kategori barang yang tidak bisa digadaikan adalah:

1. Barang milik pemerintah seperti kendaraan dinas

2. Barang yang memiliki daya tahan yang singkat / mudah busuk seperti buah-buahan dan obat-obatan dll.

3. Barang berbahaya dan mudah terbakar

4. Barang illegal yang dilarang dari peredaran seperti obat terlarang / narkoba

5. Barang yang tidak memiliki nilai pasti atau sukar diatakar nilainya seperti barang seni dan barang antik

Apa yang dimaksud gadai menurut KUH Perdata?

Pengertian gadai diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) pasal 1150 – 1161. Menurut Pasal 1150 KUH Perdata berbunyi, Gadai adalah suatu hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh kreditur, atau oleh kuasanya, sebagai jaminan atas utangnya, dan yang memberi wewenang kepada kreditur untuk mengambil pelunasan piutangnya dan barang itu dengan mendahalui kreditur-kreditur lain; dengan pengecualian biaya penjualan sebagai pelaksanaan putusan atas tuntutan mengenai pemilikan atau penguasaan, dan biaya penyelamatan barang itu, yang dikeluarkan setelah barang itu sebagai gadai dan yang harus didahulukan. Artinya dalam hal ini, gadai merupakan perjanjian tambahan yang menjadi hak kreditor selain perjanjian pokoknya. Dengan demikian, hak gadai kreditur akan dicabut apabila perjanjian pokoknya sudah dihapus.

© 2022, Calvina Izumi. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA

You cannot copy content of this page