Arti kata Horizontal Price Movement (pergerakan harga horizontal) sebenarnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) & Kamus Ekonomi Uang & Bank secara singkat adalah Suatu gerakan harga yang berada di dalam batas-batas yang sempit di dalam masa yang cukup lama misalnya 6 bulan atau lebih. Suatu saham bisa dianggap berada dalam grakan yang horizontal apabila harganya berkisar antara Rp 10.000,-s/d Rp 11.000,- selama lebih dari 6 bulan.

Penggunaan Horizontal Price Movement (pergerakan harga horizontal) terjadi ketika harga suatu aset, seperti saham, bergerak dalam kisaran yang sempit untuk jangka waktu yang cukup lama. Berikut ini adalah contoh penggunaan Horizontal Price Movement:

  1. Saham dengan Pergerakan Harga yang Terbatas: Misalkan saham ABC memiliki harga yang berkisar antara Rp 10.000,- hingga Rp 11.000,- selama lebih dari 6 bulan, tanpa adanya pergerakan yang signifikan di luar kisaran tersebut. Hal ini menunjukkan adanya Horizontal Price Movement dalam saham tersebut. Dalam situasi ini, para investor mungkin akan melihat saham ABC sebagai aset yang kurang menarik untuk diperdagangkan karena kurangnya peluang untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan dalam jangka waktu tertentu.
  2. Pasar dengan Konsolidasi yang Berkepanjangan: Horizontal Price Movement juga dapat terjadi di pasar secara keseluruhan, di mana harga-harga aset utama seperti indeks saham atau pasangan mata uang bergerak dalam rentang yang sempit selama periode yang lama. Misalnya, dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan, indeks saham XYZ terjebak dalam pergerakan antara 500 hingga 510 poin. Situasi ini menunjukkan adanya konsolidasi yang berkepanjangan di pasar, dengan sedikitnya pergerakan yang signifikan ke arah tertentu. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa pasar sedang mengalami ketidakpastian atau kurangnya tren yang jelas, yang dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan dan strategi investasi para pelaku pasar.
  3. Koreksi Harga Setelah Trend yang Kuat: Horizontal Price Movement juga dapat terjadi setelah periode tren yang kuat naik atau turun. Misalkan harga suatu komoditas, seperti minyak mentah, mengalami tren kenaikan yang kuat selama beberapa bulan, kemudian mulai bergerak dalam kisaran yang sempit selama lebih dari 6 bulan. Situasi ini bisa dianggap sebagai konsolidasi atau Horizontal Price Movement yang terjadi setelah periode tren yang kuat. Dalam hal ini, pelaku pasar dapat menganggap bahwa harga komoditas telah mencapai tingkat keseimbangan sementara dan sedang menunggu sinyal atau katalis baru untuk menentukan arah harga selanjutnya.

Dalam semua contoh tersebut, Horizontal Price Movement (pergerakan harga horizontal) menggambarkan situasi di mana harga aset atau pasar bergerak dalam kisaran yang sempit selama periode yang cukup lama. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan, strategi investasi, dan persepsi para pelaku pasar terhadap potensi keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan penjelasan dan pendapat dari orang sukses / rich people.

Perlu diketahui bahwa Penggunaan kata Horizontal Price Movement tersebut sebenarnya seringkali ditemukan di dunia keuangan & perbankan, pekerja professional startup berbasis teknologi, hingga dalam forum forum meeting, Rapat Bagian Keuangan, Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan, Rapat Internal. Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Evaluasi Kinerja, hingga Media Sosial seperti Instagram, Tiktok, Facebook, Twitter, Linkedin atau whatsapp telegram group.

© 2022 – 2023, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA