Arti kata Hysteresis sebenarnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) & Kamus Ekonomi Uang & Bank secara singkat adalah Dalam ilmu ekonomi, istilah ini berhubungan dengan ketidakmampuan membaliknya suatu fungsi ekonomi, maksudnya apabila dalam keadaan ekspansi,kurva biaya perusahaan menurun maka setelah ekspansi tersebut usaha untuk kembali pada posisi semula tidak akan melalui kurva biaya yang sama.

Konsep hysteresis (histeresis) dapat diterapkan dalam beberapa situasi, seperti:

  1. Pasar Tenaga Kerja: Dalam konteks pasar tenaga kerja, hysteresis terjadi ketika perubahan dalam tingkat pengangguran mempengaruhi tingkat upah dan struktur pasar dalam jangka panjang. Misalnya, ketika tingkat pengangguran naik, perusahaan dapat memanfaatkan situasi ini dengan menurunkan upah atau mempekerjakan pekerja kontrak atau paruh waktu. Namun, setelah tingkat pengangguran kembali menurun, sulit bagi perusahaan untuk memaksa pekerja untuk menerima pengurangan upah atau kembali ke status paruh waktu. Ini menghasilkan hysteresis dalam tingkat upah dan struktur pasar tenaga kerja.
  2. Investasi dan Kapasitas Produksi: Dalam hal investasi dan kapasitas produksi, hysteresis terjadi ketika perusahaan berinvestasi dalam perluasan atau peningkatan kapasitas produksi. Misalnya, jika permintaan naik dan perusahaan memutuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru, biaya yang dikeluarkan untuk konstruksi dan peralatan baru mungkin tidak dapat sepenuhnya dikembalikan jika permintaan turun di masa depan. Perusahaan mungkin akan menghadapi kesulitan dalam menurunkan kapasitas produksi mereka atau menutup pabrik baru jika permintaan kembali ke level sebelumnya. Ini menciptakan hysteresis dalam biaya dan kapasitas produksi perusahaan.
  3. Perubahan Strategi Pemasaran: Dalam strategi pemasaran, hysteresis dapat terjadi ketika perusahaan memutuskan untuk mengubah strategi pemasaran mereka. Misalnya, jika perusahaan memutuskan untuk menurunkan harga produk secara drastis untuk menarik konsumen baru, mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam mengembalikan harga ke tingkat awal jika strategi tersebut tidak berhasil atau tidak menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Konsumen yang telah terbiasa dengan harga yang lebih rendah mungkin menolak membeli produk pada harga yang lebih tinggi, menciptakan hysteresis dalam harga dan strategi pemasaran perusahaan.

Dalam contoh-contoh di atas, hysteresis dalam bisnis mengacu pada ketidakmampuan untuk kembali pada kondisi awal atau mengembalikan fungsi ekonomi ke posisi semula setelah terjadinya perubahan. Hal ini dapat menciptakan tantangan dan konsekuensi jangka panjang dalam pengambilan keputusan bisnis dan perencanaan strategis. Berdasarkan penjelasan dan pendapat dari orang sukses / rich people.

Perlu diketahui bahwa Penggunaan kata Hysteresis tersebut sebenarnya seringkali ditemukan di dunia keuangan & perbankan, pekerja professional startup berbasis teknologi, hingga dalam forum forum meeting, Rapat Bagian Keuangan, Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan, Rapat Internal. Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Evaluasi Kinerja, hingga Media Sosial seperti Instagram, Tiktok, Facebook, Twitter, Linkedin atau whatsapp telegram group.

© 2022 – 2023, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA