Environmental Impact Study dalam Kamus Dunia Property Real Estate di Indonesia, Maka Environmental Impact Study merupakan kata kata bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku industri properti baik developer, notaris, properti maupun real estate realtor agen makelar broker properti. Dan kata kata Environmental Impact Study tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh Sebagian Banyak Orang pada umumnya.

Environmental Impact Study adalah penilaian multidisiplin kondisi pada lingkungan eksisting dan prediksi efeknya pada rencana pengembangan yang akan dikerjakan (atau tindakan lain yang akan mengubah kondisi eksisting lahan serta keseimbangan hayatinya). Di Indonesia dikenal dengan istilah AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Environmental Impact Study (EIS) adalah sebuah studi yang dilakukan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari sebuah proyek atau aktivitas yang mungkin berdampak pada lingkungan. Tujuan utama dari EIS adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menggambarkan dampak-dampak yang mungkin timbul akibat proyek tersebut pada lingkungan alam sekitarnya. EIS bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada para pengambil keputusan, seperti pemerintah, pengembang properti, dan masyarakat, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait proyek tersebut.

Dalam konteks industri properti, penggunaan makna Environmental Impact Study (EIS) adalah untuk memahami bagaimana proyek properti, seperti pembangunan perumahan, gedung, atau kompleks komersial, dapat memengaruhi lingkungan sekitarnya. EIS akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dampak terhadap tanah, air, udara, flora, fauna, dan masyarakat lokal. Beberapa aspek yang biasanya dianalisis dalam EIS meliputi:

1. Penggunaan lahan: Bagaimana proyek akan memengaruhi penggunaan lahan yang ada, seperti deforestasi, perubahan tata guna lahan, dan pengaruh terhadap ekosistem alami.

2. Air dan sumber daya air: Dampak proyek terhadap kualitas dan ketersediaan air tanah dan permukaan, termasuk pengendalian air hujan dan manajemen air limbah.

3. Udara: Dampak emisi polutan udara yang mungkin dihasilkan oleh proyek, seperti debu, asap, atau gas berbahaya.

4. Flora dan fauna: Bagaimana proyek dapat memengaruhi ekosistem alami dan keberlanjutan flora dan fauna di wilayah tersebut.

5. Sosial dan masyarakat: Dampak proyek terhadap masyarakat lokal, termasuk pemukiman, transportasi, dan infrastruktur sosial.

Semoga penjelasan definisi kosakata Environmental Impact Study dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam berkomunikasi secara lisan atau tertulis.

 

© 2023, Busdev3. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA