Passive Losses dalam Kamus Dunia Property Real Estate di Indonesia, Maka Passive Losses merupakan kata kata bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku industri properti baik developer, notaris, properti maupun real estate realtor agen makelar broker properti. Dan kata kata Passive Losses tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh Sebagian Banyak Orang pada umumnya.

Passive Losses adalah kerugian yang timbul dari kepemilikan investasi pasif

Penggunaan makna istilah Passive Losses sendiri dalam industri properti adalah untuk merujuk pada kerugian finansial yang dihasilkan dari kegiatan investasi properti yang dianggap pasif oleh Internal Revenue Service (IRS) atau lembaga pajak setempat. Pajak pasif berkaitan dengan partisipasi pemilik properti dalam manajemen sehari-hari atau pengelolaan properti.

Pemilik properti dapat mengalami kerugian pasif jika mereka memiliki investasi properti, tetapi tidak terlibat secara aktif dalam manajemen atau operasional properti tersebut. Berikut adalah beberapa poin penting terkait dengan penggunaan istilah Passive Losses dalam industri properti:

  1. Definisi Pajak Pasif: Menurut peraturan pajak, kerugian pasif dapat timbul ketika pemilik properti tidak memenuhi syarat sebagai pemilik yang berpartisipasi secara aktif dalam manajemen properti. Dalam hal ini, kerugian tersebut dianggap pasif, dan ada pembatasan tentang bagaimana kerugian ini dapat diklaim untuk keperluan pajak.
  2. Pembatasan Pajak: Aturan pajak pasif mengatur sejauh mana kerugian pasif dapat digunakan untuk mengurangi pendapatan aktif atau penghasilan pasif lainnya. Pemilik properti mungkin tidak dapat mengurangkan sepenuhnya kerugian pasif dari penghasilan aktif mereka.
  3. Partisipasi Aktif: Untuk menghindari karakterisasi kerugian sebagai pasif, pemilik properti perlu memenuhi syarat sebagai pemilik yang berpartisipasi secara aktif. Ini dapat melibatkan keterlibatan langsung dalam pengambilan keputusan manajemen properti atau keterlibatan langsung dalam operasi sehari-hari.
  4. Pengaruh Struktur Investasi: Struktur investasi, seperti keterlibatan melalui kemitraan atau perusahaan terbatas, juga dapat memengaruhi apakah kerugian dianggap pasif. Beberapa struktur investasi mungkin memerlukan pemilik untuk memiliki partisipasi yang lebih aktif untuk menghindari karakterisasi pajak pasif.
  5. Perubahan Hukum Pajak: Aturan pajak pasif dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga pemilik properti perlu memahami peraturan terkini dan bagaimana perubahan tersebut dapat memengaruhi keuangan mereka.

Pemahaman terperinci tentang aturan pajak pasif dan bagaimana mereka mempengaruhi investasi properti dapat membantu pemilik properti mengelola secara efisien kerugian dan keuntungan mereka dalam konteks pajak.

Semoga penjelasan definisi kosakata Passive Losses dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam berkomunikasi secara lisan atau tertulis.

© 2023, Busdev3. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA