Siklus hidup industri memiliki peran penting dalam memberikan gambaran terkait informasi penting yang berkaitan dengan prospek dan operasional perusahaan, perencanaan serta peluang yang potensial, pasokan, dan keuntungan yang dicapai. Siklus hidup industri yang terjadi saat ini memengaruhi bagaimana perusahaan dalam membentuk serta mengatur ulang strategi dalam perusahaan yang memiliki dampak jangka panjang terutama dalam hal yang berkaitan dengan pendapatan dan keuntungan perusahaan. Untuk itu, dalam setiap siklus hidup industri diperlukan suatu pendekatan yang dapat memberikan hasil bagi perusahaan untuk dapat bekerja secara optimal dan juga sebaik-baiknya.

Dalam tahapan siklus hidup industri, terdapat 5 tahapan yang harus dilewati oleh tiap perusahaan. Kelima tahapan itu terdiri dari pengenalan, pertumbuhan, guncangan, kematangan, dan penurunan. Berikut ini penjelasannya!

1. Pengenalan

Pada tahap pengenalan, berbagai kendala serta hambatan yang terjadi dalam perusahaan bermuara dari adanya permasalahan internal pada perusahaan. Permasalahan tersebut dapat berupa tidak maksimalnya kinerja perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasional dalam hal produksi, sehingga segalanya akan berujung pada turunnya pemasukan yang diterima oleh perusahaan. Oleh karena itu, dalam tahapan ini perusahaan berusaha untuk melakukan adaptasi terhadap keadaan serta kondisi pasar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memantau perkembangan alur pasar serta memprediksi sasaran yang hendak dituju untuk bisa menembus pasar dan bersaing dengan produk-produk yang dimiliki oleh perusahaan kompetitor.

Strategi dalam tahapan ini dapat dilakukan dengan cara menciptakan kerja sama serta memperluas relasi perusahaan yang berguna untuk menjaring pasar sehingga harapannya nanti dapat menghasilkan begitu banyak keuntungan bagi perusahaan yang didukung dengan stabilnya pertumbuhan perusahaan dan akhirnya mampu untuk bersaing serta bertahan dalam pasar.

2. Pertumbuhan

Pada tahap pertumbuhan, kinerja serta operasionalisasi yang dijalankan oleh perusahaan telah berhasil mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut ditandai dengan penggunaan produk yang semakin banyak serta dicari-cari oleh banyak orang. Hal tersebut menandakan jika produk bisnis yang diproduksi sudah mulai dikenal keberadaannya hingga menciptakan stimulus yang dapat menciptakan terdorongnya pertumbuhan perusahaan yang semakin membaik.

Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyusun strategi dalam tahap ini. Strategi yang dilakukan semestinya lebih teratur dan kompleks daripada tahap sebelumnya karena akan muncul berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi pertumbuhan perusahaan. Selain itu, persiapan strategi yang lebih matang ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan perusahaan agar lebih siap dalam menghadapi situasi perusahaan yang tumbuh berdampingan dengan kompetitor lain.

Salah satu strategi yang dijalankan adalah dengan membangun relasi atau hubungan yang baik dengan konsumen untuk menciptakan rasa loyalitas terhadap produk yang dijual. Pembangunan relasi ini penting dilakukan karena dalam tahapan ini, persaingan antar produk masih belum terasa. Jadi, tahapan ini merupakan titik yang tepat untuk memulai dan mempersiapkan diri dalam menghadapi arus persaingan yang nantinya semakin kuat.

3. Guncangan

Pada tahap ini, perusahaan biasanya akan mengalami masa yang dapat mampu menguji daya tahan serta kekuatan perusahaan dalam bersaing dengan perusahaan kompetitor. Tahapan ini merupakan titik krusial yang mampu memberikan peluang terciptanya kelambatan pertumbuhan yang salah satunya didasari oleh persaingan yang semakin terasa dalam pasar. Pada dasarnya, tahapan ini menimbulkan sejumlah tekanan bagi perusahaan untuk bisa bertahan di tengah tekanan yang kompetitif. Untuk itu, diperlukan rangkaian strategi yang pada akhirnya mampu mendorong perusahaan untuk tetap bangkit dan bertahan dalam pasar. Ini merupakan sebuah tantangan karena tidak hanya aspek eksternal saja yang patut diperhatikan, tetapi juga aspek internal dalam perusahaan.

4. Kematangan

Pada tahap kematangan, kondisi pasar semakin membaik yang ditandai dengan meningkatnya daya beli terhadap produk, sehingga mampu menciptakan suasana positif dalam pasar yang menguntungkan para perusahaan. Pada tahap ini, persaingan terjadi dengan semakin kuat, sehingga menimbulkan beberapa perencanaan yang bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk semakin maju lagi kedepannya.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menghilangkan pesaing yang menjadi penghambat dalam kemajuan pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah merger atau bisa juga akuisisi. Sisi positifnya adalah mampu menyediakan pasar yang luas bagi produk yang berada dalam cakupan produksi yang sama, sehingga mampu menghasilkan pemasukan bagi perusahaan yang berdampak pada pertumbuhan yang tumbuh secara optimal.

5. Penurunan

Pada tahap penurunan, gambaran yang terjadi berkaitan dengan munculnya pertumbuhan industri yang bernilai negatif. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya perubahan yang terjadi di luar kendali perusahaan. Ini merupakan salah satu dampak yang akan muncul jika pada tahap sebelumnya perusahaan tidak mampu menciptakan peluang dalam mempertahankan eksistensi.

Fenomena ini biasanya muncul akibat pengaruh dari luar perusahaan yang sifatnya mampu menginvasi serta mendorong terjadi perubahan dalam berbagai hal yang dapat berlangsung dalam jangka waktu panjang, seperti munculnya inovasi baru yang dapat mengurangi beban banyak orang dalam melakukan aktifitas. Ini akan memberikan suatu peluang untuk memunculkan dan mengembangkan jenis pasar baru yang keberadaannya dapat diterima oleh masyarakat.

Penutup

Itulah tadi penjelasan menarik seputar siklus hidup industri yang erat kaitannya dengan keberlangsungan perusahaan. Siklus hidup industri memiliki peranan penting dalam peningkatan standarisasi, mutu, serta operasional perusahaan yang berguna dalam mencapai tujuan serta daya tahan perusahaan untuk berkembang menuju arah yang lebih baik lagi.