Sistem keuangan dijadikan sebagai sebuah landasan berlangsungnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemampuan negara dalam mengelola keuangan dengan baik dan benar akan mampu mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, pemerintah berupaya penuh untuk bisa menjaga stabilitas sistem keuangan agar pertumbuhan dan seluruh sektor perekonomian dapat berjalan serta bertumbuh dengan baik.

Definisi Stabilitas Sistem Keuangan

Stabilitas sistem keuangan didefinisikan sebagai kondisi yang menggambarkan serta menunjukkan nilai positif terhadap berbagai fungsi mekanisme ekonomi saat penetapan harga, pengalokasian dana serta pengelolaan risiko, dan adanya dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hal-hal di atas dipercaya akan mampu menghindari negara dari terjadinya krisis ekonomi atau permasalahan ekonomi lainnya.

Stabilitas sistem keuangan yang baik diharapkan mampu mencegah timbulnya berbagai gangguan dan dampak buruk dari berbagai permasalahan ekonomi, sehingga sangat penting untuk dijaga kestabilannya agar tetap efektif dan efisien.

Bagaimana Cara Menilai Kestabilan Sistem Keuangan?

Untuk dapat menilai stabil atau tidaknya sebuah sistem keuangan pada sebuah negara dapat diketahui dengan menyertakan penilaian dari indikator kegagalan pasar, baik secara struktural atau perilaku.

Peran kemajuan dan perkembangan teknologi juga mempunyai andil dalam menjaga kestabilan dari sistem ekonomi, sehingga harus tetap diupayakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Namun, hal terpenting untuk mengetahui tingkat kestabilan dari sistem keuangan adalah dengan rutin mengadakan evaluasi secara sistematis dan menyeluruh pada setiap aspek vital dan pendukung dari sistem keuangan.

Dampak Ketidakstabilan Sistem Keuangan

1. Terkendalanya pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi yang melingkupi pendistribusian alokasi dana akan mengalami sebuah kendala apabila sistem keuangan tidak berjalan dengan stabil.

Kestabilan sistem keuangan mampu mendorong terjadinya ketidakmerataan penyaluran dana dan secara spesifik akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

2. Kebijakan moneter berjalan secara tidak efektif

Seperti penjelasan sebelumnya, stabilitas sistem keuangan dipercaya dan dijadikan sebagai acuan mendasar dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Sehingga, dalam mewujudkan sistem keuangan yang baik diperlukan kestabilan dalam sistem keuangan untuk bisa mewujudkannya.

Apabila sistem keuangan mengalami gangguan maka sudah bisa dipastikan jika kebijakan moneter nantinya berjalan secara tidak efektif.

3. Kedaulatan negara menjadi terganggu

Ketidakstabilan sistem keuangan mempunyai dampak begitu luas dan mendalam hingga berimbas langsung pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah pun akan merencanakan berbagai cara agar kondisi ekonomi kembali stabil dan hal ini memungkinkan berpengaruh terhadap kedaulatan sebuah negara dan menimbulkan beban-beban baru, seperti bertambahnya utang negara.

4. Memicu ketidakpercayaan publik

Publik menjadi waspada dan tidak sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada pemerintah. Akibatnya, terjadi kecemasan dan tindakan tidak tepat yang diambil untuk menyiasati serta mempersiapkan berbagai kemungkinan dari dampak ketidakstabilan sistem keuangan.

Tindakan-tindakan tersebut akan lebih memengaruhi kondisi ekonomi dan kestabilan keuangan dimungkinkan akan semakin mengalami guncangan.

Penutup

Terganggunya kestabilan keuangan sebuah negara berdampak penuh terhadap seluruh aspek dan sektor dalam negeri. Kesejahteraan dan kondisi masyarakat pun menjadi terganggu serta tidak kondusif sehingga pemerintah memerlukan dan menerapkan berbagai strategi dalam bentuk kebijakan agar mampu menjamin stabilnya sistem keuangan negara.

Dengan stabilnya sistem keuangan akan memberikan dampak positif secara berkelanjutan, menghindari dari gangguan ekonomi serta guncangan lainnya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan dan kesejahteraan publik.