Perusahaan ekstraktif merupakan salah satu jenis perusahaan yang berfungsi untuk mencari, memanfaatkan, mengelola serta menghasilkan produk yang berasal dari sumber daya alam. Kegiatan dalam perusahaan ekstraktif umumnya melingkupi eksplorasi, pengambilan sumber daya alam, serta proses pengembangan dan produksinya hingga menjadi produk jadi.

Keberadaan dari perusahaan ekstraktif begitu penting karena dapat memberikan manfaat bagi terpenuhinya kebutuhan manusia, mulai dari yang paling mendasar sifatnya hingga kebutuhan tersier.

Pengertian Perusahaan Ekstraktif

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang menjalani ruang lingkup industri produksi bahan baku yang bersumber langsung dari alam. Sebagai negara dengan jumlah keberagaman, kualitas, serta jenis sumber daya alam yang melimpah, keberadaan perusahaan ekstraktif di Indonesia begitu banyak dan tersebar di berbagai wilayah.

Dampak Kegiatan Perusahaan Ekstraktif

Pemanfaatan berbagai sumber daya alam memang diperlukan agar mampu memenuhi segala kebutuhan serta kesejahteraan masyarakat. Meskipun maksud dari pengelolaan segala bentuk sumber daya alam dinilai sebagai tujuan positif, nyatanya dampak negatif yang diperoleh bisa berlangsung cukup lama.

Apabila sumber daya alam tidak dikelola serta dimanfaatkan secara benar dan tepat, tentunya akan memberikan imbas negatif bagi masyarakat, pihak pengelola, dan lingkungan. Namun, dampak yang dihasilkan tidak melulu bernilai negatif karena masih ada dampak psoitif lainnya dari keberadaan perusahaan ekstraktif.

1. Dampak Bagi Masyarakat

Menurunnya kesejahteraan dari berbagai aspek karena dilandasi oleh berbagai hal, misal rendahnya tingkat kualitas lingkungan, terganggunya aktivitas masyarakat, pembatasan mobilisasi, berpeluang mengancam keselamatan masyarakat, dan sebagainya.

Selain itu, masyarakat yang tinggal dekat di sekitar area industri ekstraktif menjadi lebih mudah untuk mencari pekerjaan karena terbukanya lapangan kerja secara luas.

2. Dampak Bagi Perusahaan

Dampak terbesar bagi perusahaan saat menekuni sektor pada industri ekstraktif adalah bertanggung jawab besar terhadap proses pra produksi, produksi, hingga pasca produksi. Tanggung jawab tersebut biasa berupa menjaga ekosistem serta lingkungan tempat produksi dan pengelolaan berlangsung. Apabila perusahaan gagal dalam menjaga stabilitas serta kesehatan lingkungan maka dianggap mendorong masyarakat ke dalam situasi yang tidak nyaman serta sejahtera.

Besarnya beban dan tanggung jawab, serta modal membuat perusahaan terkadang kesulitan mencari sumber daya sebagai bahan baku utama produksi karena terdapat beberapa sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga pengelolaan harus dilakukan seefisien mungkin agar tidak mengalami kelangkaan.

3. Dampak Bagi Lingkungan

Pencemaran lingkungan tentunya akan meningkat apabila jenis produk dari industri ekstraktif tidak dapat diperbaharui. Selain itu, limbah sisa produk yang tidak bisa dikelola secara maksimal juga dapat menyebabkan timbulnya peluang terhadap tidak terkendalinya kerusakan alam.

Tujuan Perusahaan Ekstraktif

Tujuan dari perusahaan ekstraktif adalah untuk mengelola sumber daya alam agar bisa dimanfaatkan untuk memenuhi segala kebutuhan, kepentingan, serta ketersediaan yang mampu menjamin kesejahteraan masyarakat. Secara luas, pengelolaan sumber daya alam pun berdampak pada terpengaruhinya pemasukan negara karena mampu melakukan kegiatan ekspor terhadap komoditas tertentu.

Pemasukan atau devisa negara menjadi bertambah dan mendorong terealisasinya pembangunan berskala nasional yang mampu mensejahterakan masyarakat. Selain itu, tersedianya lapangan pekerjaan akan mempermudah peningkatan taraf hidup dan perekonomian masyarakat secara pribadi.

Sektor-Sektor Dalam Perusahaan Ekstraktif

1. Pertanian adalah industri yang mengelola dan menghasilkan produk di bidang pangan utama, seperti beras. Selain produk pangan utama, bahan baku pangan tersebut pun bisa diolah menjadi produk pangan lainnya yang mampu menyokong keperluan masyarakat.

2. Perkebunan adalah industri yang mengelola dan menghasilkan pemeliharaan dari beberapa jenis tanaman yang dihitung berdasarkan masa panennya. Tanaman perkebunan umumnya tumbuh dan panen dalam hitungan musim.

3. Perhutanan adalah suatu kegiatan pengelolaan serta pemanfaatan hasil hutan untuk mendukung tersedianya produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Bagian dari hasil hutan yang paling umum digunakan adalah kayu.

4. Perikanan adalah industri pembudidayaan dan pengelolaan ikan untuk menghasilkan produk pangan hewani.

5. Peternakan adalah sektor yang bergerak di industri pembudidayaan hewan untuk menghasilkan berbagai produk pangan, seperti susu, telur, dan daging. Selain memproduksi pangan, ruang lingkup sektor peternakan juga bisa menghasilkan olahan pupuk kompos atau kandang yang berguna bagi operasional perusahaan.

6. Pertambangan adalah kegiatan pengelolaan dan produksi segala bentuk dan jenis tambang untuk dimanfaatkan ke dalam aspek pengembangan, pembangunan, kebutuhan pokok, serta studi umum. Contoh produk dari hasil produksi pertambangan adalah batubara, emas, minyak bumi, dan sebagainya. Dan umumnya, sumber daya pertambangan tidak dapat diperbaharui.

Penutup

Kinerja dari perusahaan ekstraktif sesungguhnya membantu pemerintah dalam menghasilkan produk-produk bermanfaat bagi masyarakat dan kepentingan negara lainnya. Dengan adanya perusahaan ekstraktif, pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi terjamin dan terhindari dari kelangkaan.

Namun, perusahaan ekstraktif pun tidak jarang menimbulkan sejumlah polemik terutama jika berkaitan dengan permasalahan pengelolaan limbah. Limbah seringkali tidak bisa dikelola secara tepat dan sesuai aturan sehingga mampu mengancam keberadaan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Oleh karena itu, meskipun peran dan tujuannya adalah untuk memastikan tersedianya kebutuhan bagi masyarakat secara merata, nyatanya hal tersebut pun membawa dampak lainnya dan harus diatasi secepat mungkin.