Seiring banyaknya konten dan iklan media sosial tentang aplikasi penghasil uang.  Banyak Masyarakat yang terdesak ekonominya saat PPKM Darurat ini mulai mengambil jalan pintas untuk mencoba menghasilkan pundi-pundi uang.

Iming iming mendapatkan uang secara mudah hanya bermodalkan aplikasi tampak sekali menggiurkan bagi sebagian orang, meskipun edukasi finansial terus digalakkan oleh berbagai kalangan namun masih perlu pembekalan atau informasi bagi banyak orang untuk waspada menghindari terjerat penipuan berkedok investasi

3 hal utama yang sebaiknya menjadi dasar patokan cara berpikir kita agar dapat terhindar dari penipuan berkedok investasi.

  1. Risiko dan imbal hasil selalu berjalan beriringan.
    Istilah high risk dan high return tentu masih real nyata yaitu apabila potensi imbal hasil sebuah produk investasi tinggi, resiko yang didapat pun juga tinggi dan sebaliknya. Jadi, perlu waspada dan curiga jika Anda mendapat tawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi dan cepat.
  2. Legalitas penting terlepas berapapun keuntungan return yang anda dapatkan
    Jika Anda mendapatkan tawaran investasi dari pihak manapun, pastikan Anda menanyakan aspek legalitas dan memperhatikan izin perusahaan yang menawarkan investasi tersebut.
  3. Tidak percaya kepada siapapun karena uang milik anda maka resiko juga pada anda
    Lebih berhari-hati terhadap iming-iming investasi atau saran membeli produk investasi dengan imbal hasil tinggi oleh financial advisor/penasehat keuangan.

Anda tidak perlu takut memulai berinvestasi di masa PPKM darurat asalkan anda dapat mengatur resiko dari investasi tersebut serta memitigasi resiko dengan menjaga cashflow pemasukan keuangan anda melalui bisnis lain. Perlu diingat bahwa Anda dapat menempatkan dana pada salah satu instrumen investasi yang rendah risiko seperti deposito maupun obligasi surat utang negara.

Bagi anda yang hendak mengetahui lebih dalam informasi review beberapa aplikasi penghasil uang dapat mengunjungi phonesable.com/