Seiring dengan mulai digemarinya investasi saham oleh para millennials dan gen z sebagai salah satu instrumen investasi yang memiliki prospek cemerlang di masa depan, semakin banyak pula hal baru dalam dunia pasar modal yang belum kalian banyak ketahui.

Banyaknya aplikasi-aplikasi untuk memulai investasi saham menjadikan mereka merasa lebih bersemangat terjun langsung, tetapi kenyataannya tidak semudah itu. Dalam bursa saham terdapat beberapa istilah-istilah yang perlu dipelajari sebelumnya agar saat berinvestasi Anda memahami arti kata atau kalimat tersebut.

Kami telah meringkas beberapa istilah umum yang terdapat di bursa saham, Simak istilah ini!

  1. IPO (Initial Public Offering) adalah kondisi saat perusahaan pertama kali melakukan penawaran atau melantai di bursa saham.
  2. Listing adalah pencatatan ketika perusahaan yang sebelumnya private akan menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  3. Delisting adalah penghapusan perusahaan yang telah tercatat dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
  4. Bearish (diibaratkan beruang) merupakan keadaan pasar atau harga saham yang sedang turun.
  5. Bullish (diibaratkan banteng) merupakan keadaan pasar atau harga saham yang sedang naik.
  6. Emiten merupakan perusahaan swasta maupun perusahaan BUMN yang mencari modal tambahan dengan mencatatkan jumlah sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
  7. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) merupakan indikator pasar saham gabungan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
  8. Dovish (diibaratkan burung merpati) merupakan istilah berupa sinyal maupun indikator sebelum terjadinya kondisi bearish atau penurunan.
  9. Hawkish (diibaratkan elang) merupakan istilah berupa sinyal maupun indikator sebelum terjadinya kondisi bullish atau kenaikan saham.
  10. Capital Gain merupakan selisih harga saat membeli saham yang berharga lebih rendah daripada ketika posisi menjual dengan harga yang lebih tinggi.
  11. Capital Loss merupakan selisih harga saat membeli saham yang berharga lebih tinggi daripada ketika posisi menjual dengan harga yang lebih rendah.
  12. Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan pada periode tertentu bergantung banyaknya jumlah saham yang dimiliki investor.
  13. Stock Split merupakan aksi korporasi dimana ketika harga saham sudah lebih tinggi, maka akan dilakukan pemecahan jumlah lembar saham yang lebih banyak dengan harga saham yang lebih rendah per lembarnya.
  14. Auto Rejection merupakan penolakan harga otomatis yang dilakukan oleh JATS (Jakarta Automatic Trading System) terhadap demand dan supply yang melampaui harga yang dibatasi oleh BEI.
  15. Buyback merupakan aksi korporasi dengan melakukan pembelian kembali saham yang telah beredar di publik.
  16. Cut Loss merupakan tindakan saat menjual saham yang dimiliki untuk menghindari posisi rugi yang lebih besar di masa depan.
  17. Blue Chip merupakan perusahaan-perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil, likuiditas tinggi, kualitas, kemampuan dan kehandalan tergolong menguntungkan dalam berbagai kondisi ekonomi.

Saham yang tergolong dalam saham blue chip dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan saham apa yang akan Anda pilih. Pilihlah saham yang memiliki bisnis yang jelas, likuiditas tinggi dan prospek cerah ke depan.