Berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup sebenarnya sah-sah saja, namun perlu diwaspadai ketika hal ini menjadi kebiasaan agar dapat segera dihentikan. Dalam hal ini, pada umumnya gaya hidup modern mempunyai peranan yang cukup besar yaitu mulai dari keinginan tampil modis dengan barang-barang branded, mengunjungi restoran-restoran mewah, dan hal-hal lainnya agar dapat diakui statusnya dalam kalangan elit.

Nilai utang yang seharusnya berkurang setiap bulan justru semakin menjadi besar tiap waktunya karena adanya beban bunga yang tinggi. Hal ini membuat orang-orang yang meminjam pada umumnya semakin kesulitan dalam melunasi hutangnya.

Cara jitu mengatur gaya hidup tanpa utang

Ucapkan selamat tinggal pada utang dan tidurlah lebih nyenyak setiap malam dengan mengganti gaya hidup menjadi lebih positif. Tingkatkan pengetahuan dan skill untuk mulai berinvestasi, emiten.com menyediakan akses gratis untuk berdiskusi antara Investor berpengalaman dan trader pemula. Anda bisa melakukan konsultasi portofolio dan sharing strategi investasi.

Ketika sudah mulai berinvestasi, entah itu saham, ilmu, properti, dan lain-lain, maka tunjang keberhasilan masa depan Anda dengan menerapkan gaya hidup modern minimalis berikut ini.

  1. Kurangi kegiatan nongkrong

Setiap orang mempunyai standard gaya hidup yang berbeda. Agar tidak terlilit utang terus-menerus setiap bulan, Anda harus menemukan hal yang menjadi penyebab utamanya. Dengan begitu, pengeluaran bisa terkendali dan kondisi keuangan dapat cukup untuk biaya hidup dan membayar cicilan utang.

Kebiasaan sepele seperti nongkrong di cafe dapat menjadi sumber permasalahan. Tempat-tempat tersebut akan memaksa Anda mengeluarkan sedikitnya Rp. 30,000 – Rp. 50,000 untuk sekali kunjungan makan. Jika satu atau dua kali mungkin bukanlah masalah besar. Namun, jika terlalu sering, akan menguras isi dompet.

Coba jumlahkan 4 kali saja Anda nongkrong dengan biaya per kunjungan Rp. 50,000 maka akan ada biaya pengeluaran 200 ribu. Mungkin bukan biaya yang tinggi menurut Anda, tapi uang ini bisa digunakan untuk mencicil utang, betul bukan?

  1. Menerapkan gaya hidup minimalis

Kebutuhan primer seperti tempat tinggal, bisa ditekan untuk berhemat. Anda mempunyai pilihan untuk tinggal di sebuah apartemen dengan harga sewa 3 juta rupiah setiap bulan. Tetapi hal tersebut bukan pilihan satu-satunya, tinggal di kos-kosan dapat lebih terjangkau olehkarena hanya membutuhkan uang sewa berkisar Rp. 500,000 s.d Rp. 1,000,000-an saja.

Harga sewa memang akan mempengaruhi fasilitas yang didapatkan, Anda mungkin lebih nyaman tinggal di apartemen tapi bukan berarti kos-kosan tidak nyaman, semua tergantung mau atau tidaknya seseorang beradaptasi. Selain itu, budget untuk makan sehari-hari dapat dikurangi dengan membuat masakan sendiri.

  1. Jangan terapkan gali & tutup lubang

Besaran utang sering kali mendesak seseorang untuk mencari pinjaman lain agar bisa mencicil bunga dan pokok setiap bulan. Padahal, cara ini sangat berpotensi menambah besaran utang karena otomatis Anda berutang di dua tempat sekaligus. Gali dan tutup lubang hanya cara menunda pembayaran tetapi tidak melunasinya.

Misalnya Anda sudah tidak bisa memikirkan cara lain untuk cicilan utang KTA, akhirnya memutuskan untuk menerima penawaran top-up KTA. Sebaiknya pertimbangkan dengan matang terlebih dahulu sebelum menerima tawaran itu. Tanyakan kepada diri sendiri tentang menghemat pengeluaran jajan setiap harinya agar cicilan tetap dapat dibayar tanpa berutang lagi.

Gaya hidup modern perlu disikapi dengan bijak, Anda harus mengurangi kegiatan nongkrong, pengeluaran primer, usahakan jangan menggunakan credit card, dan tidak perlu membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Tambah penghasilan dengan pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan. Dengan begitu, cicilan utang akan terpenuhi dan kemungkinan untuk gali lubang tutup lubang bisa diminimalkan.