Istilah Arti kata tight money (uang ketat) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) & Kamus Ekonomi Uang & Bank – Penggunaan kata kata yang jarang digunakan seringkali menyebabkan kita tidak paham tentang makna arti dari percakapan/topik tersebut tight money (uang ketat)

 

Arti tight money (uang ketat) secara singkat adalah situasi kondisi ekonomi di mana sangat sulit memperoleh pinjaman atau uang tunai; hal ini biasanya berkaitan dengan kebijaksanaan pemerintah untuk membatasi jumlah uang yang beredar.

Penggunaan tight money (uang ketat) adalah sebagai berikut:

  1. Suku Bunga Tinggi: Dalam situasi tight money, pemerintah atau bank sentral dapat mengambil kebijakan untuk menaikkan suku bunga. Dengan suku bunga yang tinggi, memperoleh pinjaman menjadi sulit dan mahal bagi perusahaan. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas bisnis, termasuk investasi dalam pengembangan produk baru, ekspansi bisnis, atau pembelian aset produktif. Perusahaan mungkin akan mengurangi rencana pengeluaran atau mempertimbangkan alternatif pembiayaan yang lebih mahal, seperti pinjaman berbunga tinggi, untuk memenuhi kebutuhan modal.
  2. Kendala Pembiayaan: Dalam situasi uang ketat, lembaga keuangan seperti bank cenderung memperketat persyaratan kredit dan menjadi lebih selektif dalam memberikan pinjaman kepada perusahaan. Perusahaan yang mengandalkan pinjaman untuk modal kerja, investasi, atau pengembangan bisnis mungkin menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan yang dibutuhkan. Bank dapat mengharuskan persyaratan yang lebih ketat, seperti jaminan yang lebih tinggi, laporan keuangan yang lebih kuat, atau pembatasan penggunaan pinjaman. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya atau memanfaatkan peluang pertumbuhan.
  3. Penurunan Likuiditas Pasar: Dalam situasi tight money, jumlah uang yang beredar di pasar cenderung berkurang. Ini dapat mengakibatkan penurunan likuiditas pasar, di mana sulit untuk menjual aset atau mendapatkan dana tunai dengan cepat. Perusahaan yang mengandalkan likuiditas pasar untuk memenuhi kebutuhan operasional atau keuangan sehari-hari dapat menghadapi kesulitan. Misalnya, jika perusahaan perlu menjual aset untuk memenuhi kewajiban pembayaran atau mendapatkan dana tunai untuk mengatasi situasi darurat, mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam menjual aset atau mendapatkan harga yang diinginkan.

Dalam bisnis, tight money (uang ketat) dapat mempengaruhi perusahaan dalam mendapatkan pinjaman, memperoleh pembiayaan, dan menjaga likuiditas pasar. Kondisi ekonomi yang membatasi akses terhadap pinjaman atau uang tunai dapat menghambat pertumbuhan dan ekspansi bisnis serta mempengaruhi keputusan finansial perusahaan. Berdasarkan penjelasan dan pendapat dari orang sukses / rich people.

Perlu diketahui bahwa Penggunaan kata tight money (uang ketat) tersebut sebenarnya seringkali ditemukan di Industri keuangan & perbankan, pekerja professional startup berbasis teknologi, hingga dalam forum forum meeting internasional, Rapat Bagian Keuangan, Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan, Rapat Internal Perusahaan. Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Evaluasi Kinerja Perusahaan, hingga Obrolan Media Sosial seperti Instagram, Tiktok, Facebook Group, Twitter, Linkedin atau whatsapp telegram group.

 

Semoga penjelasan definisi kosakata tight money (uang ketat) dapat menambah wawasan & pengetahuan anda dalam berkomunikasi.

© 2022 – 2023, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA