Kredit Kendaraan Bermotor Syariah dan Konvesional ? Cek Perbedaannya !  !

 

Kredit kendaraan bermotor (KKB) adalah kredit yang diberikan secara perseorangan atau badan usaha yang tujuannya untuk membiayai kepemilikan kendaraan roda dua atau roda empat terkecuali truk baik kendaraan baru ataupun bekas. KKB ini menjadi salah satu layanan perbankan yang banyak diakses oleh nasabah lho!

Terjadinya hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan masyarakat akan kendaraan sangat tinggi dan perbankan melihat fenomena ini sebagai peluang untuk mengembangkan bisnisnya. Pengajuan KKB ini tidak hanya terbatas pada mobil atau motor baru saja tetapi juga pada kondisi bekas dapat dilakukan tentunya dengan mengikuti sejumlah persyaratan dan ketentuan yang diterapkan oleh bank.

Simak perbedaan antara KKB konvensional dan KKB syariah.

1. Kredit Kendaraan Bermotor Konvensional

Seperti yang kita ketahui KKB konvensional ini termasuk jenis kredit kendaraan yang mudah ditemui di lingkungan sekitar. Kredit ini diberikan oleh bank konvensional ataupun lembaga jasa keuangan konvensional lainnya.

Umumnya KKB pembelian mobil diberikan oleh bank konvensional dengan mengacu pada suku bunga dari Bank Indonesia (BI) , jadi ketika suku bunga acuan sedang tinggi, bunga leasing yang diberikan juga tinggi dan sebaliknya. Sementara untuk KKB roda dua diberikan oleh lembaga jasa keuangan lainnya.

2. Kredit Kendaraan Bermotor Syariah

KKB syariah ini memiliki sistem bagi hasil dan tidak bergantung pada besaran suku bunga pasar karena mengikuti syariat islam. KKB syariah ini juga menjadi salah satu produk unggulan dari bank syariah.

KKB syariah saat ini tidak hanya terdapat pada bank syariah saja tetapi juga ada pada beberapa lembaga jasa keuangan yang menggunakan sistem bagi hasil di dalam produk KKB mereka. Biasanya nasabah melakukan negosiasi profit dengan pihak bank dan ditentukan dalam persentase tertentu yang telah dipatok secara khusus oleh pihak bank syariah.

Jadi seperti itu ya perbedaan antara KKB konvensional dengan KKB syariah, untuk menentukan mana yang lebih baik kembali lagi pada prinsip dan kebutuhan kamu ya. Semoga bermanfaat!

© 2020 – 2022, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA