Customer experience merupakan strategi pemasaran dengan menerapkan customer equity, di mana pengalaman merupakan hal penting dalam mengembangkan bisnis. Pengalaman seseorang akan diingat dalam jangka waktu yang berbeda-beda serta memengaruhi keputusan selanjutnya mengenai pembelian produk.

Pelaku bisnis harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada tiap konsumen supaya mampu menciptakan rasa loyalitas atau kesetiaan terhadap produk. Ciptakan suasana menyenangkan dan tak terlupakan saat berinteraksi dengan konsumen, sehingga harapan konsumen melakukan pembelian ulang produk secara berkala dapat berlangsung secara jangka panjang.

Selain itu, menata strategi customer experience juga bisa membantu mengembangkan bisnis yang berimbas pada pertumbuhan dan produktivitas bisnis ke depannya.

Strategi Menata Customer Experience

Lantas, bagaimana sih cara membangun dan menata strategi customer experience? Agar semakin memahami, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Memahami Konsep Customer Experience

Langkah pertama adalah pelaku bisnis harus bisa memahami dengan baik bagaimana konsep serta karakteristik dari strategi customer experience. Hal ini berguna agar kedepannya saat praktik customer experience mulai dijalankan, perencanaan serta penerapan strategi bisa difokuskan dan dibatasi pada hal yang hanya berhubungan dengan customer experience.

Selain itu, pemahaman diperlukan agar saat menjelaskan dan mengedukasi karyawan, pemilik bisnis bisa membagikan informasi serta konsep customer experience secara tepat dan tidak menciptakan miskomunikasi.

2. Membangun Perencanaan Strategi

Bangunlah perencanaan strategi customer experience secara matang dengan mencakup berbagai teknis serta mekanisme pengerjaannya yang bisa digunakan berulang dengan catatan adanya penambahan evaluasi tiap periodenya. Perencanaan strategi terdiri dari ide, inovasi, serta konsep yang hendak dipraktikkan saat memasarkan produk

3. Menciptakan Interaksi dan Suasana Positif

Interaksi serta suasana positif saat memasarkan produk atau saat konsumen mulai tertarik membeli produk harus dilakukan sebaik-baiknya agar keinginan untuk membeli produk dan rasa kepercayaan konsumen terus bertumbuh. Langkah ini bisa dilakukan dengan menerapakan 3 tahapan penting saat berinteraksi yang terdiri dari penyajian suasana mendukung, stimulus atau rangsangan, serta interaksi menyeluruh dari pihak-pihak yang mendukung berjalannya bisnis.

4. Berusaha Menjalin Hubungan Jangka Panjang

Usaha untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan konsumen bisa dilakukan dengan membuat sesuatu menarik yang tidak mesti berasal dari produk itu sendiri. Bisa saja dilakukan dengan memberikan penawaran menarik seputar potongan harga, pembagian voucher, giveaway, atau hal lainnya yang bisa merangsang pemenuhan keinginan konsumen.

5. Evaluasi Pencapaian Strategi

Tiap strategi yang dipilih dan telah dijalankan pada satu periode wajib dilakukan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar pencapaian yang telah diraih. Pencapaian yang dimaksud bisa dilihat dari seberapa banyak respon serta tindakan positif bagi bisnis yang diberikan oleh konsumen.

Penutup

Itulah tadi berbagai penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan strategi customer experience serta langkah-langkah strategis untuk bisa menerapkannya. Sederhananya, ciptakan tindakan positif setiap kali berinteraksi dengan konsumen karena pada dasarnya pengalaman buruk yang diterima sekecil apapun pengaruhnya akan lebih dominan diingat. Oleh sebab itu, masing-masing pemilik bisnis juga harus bisa mengantisipasi hal tersebut.