Saat ini rata-rata masyarakat memiliki bisnis sampingan untuk menambah pemasukan mereka. Sebagai pemilik bisnis, perlu memahami bagaimana cara menyusun laporan keuangan usaha yang baik. Salah satu hal yang penting ialah laporan arus kas. Laporan arus kas atau cash flow merupakan catatan finansial yang berisikan informasi terkait pemasukan dan pengeluaran dalam periode tertentu. Oleh karena itu, penting bagi pemilik bisnis untuk mengetahui bagaimana cara menyusun laporan arus kas.

Laporan arus kas dapat dibuat melalui dua sumber data, yaitu neraca periode berjalan dan sebelumnya serta laporan laba rugi pada periode tersebut. Laporan arus kas dapat disajikan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan metode langsung dan juga metode tidak langsung . Pada penyajian dengan metode langsung, kegiatan operasional perusahaan dibagi ke dalam beberapa kategori, arus kas masuk atau keluar. Sedangkan, pada penyajian menggunakan metode tidak langsung, arus kas aktiva operasi ditetapkan dengan memperbaiki laba bersih pada laporan laba rugi. Sehingga, metode tidak langsung ini lebih berfokus kepada data yang sudah ada di neraca dan laporan laba rugi.

Umumnya, terdapat lima langkah untuk membuat laporan arus kas:

  1. Menghitung kenaikan atau penurunan kas
  2. Menghitung kas bersih pada aktivitas operasi (direct method dan indirect method)
  3. Menghitung kas bersih pada aktivitas investasi
  4. Menghitung kas bersih pada aktivitas pendanaan
  5. Menghitung jumlah kas bersih dari tiga aktivitas tersebut dan saldo kas awal.

Sebagai pemilik bisnis, sangatlah penting bagi Anda untuk memahami dan mempraktekkan penulisan laporan arus kas!