Resesi ekonomi adalah kata yang terdengar cukup mengerikan bagi para ekonom karena dapat memberikan dampak yang merugikan bagi keuangan perusahaan bahkan negara. Kata resesi sering terdengar belakangan ini karena dampak yang dihasilkan oleh COVID-19 di seluruh dunia.

Lalu apa itu resesi ? resesi merupakan penurunan yang signifikan di berbagai kegiatan ekonomi selama berbulan-bulan atau  bertahun-tahun. Selama resesi banyak hal yang terjadi di sebuah negara seperti penjualan perusahaan menurun secara signifikan, banyak terjadi phk, dan output ekonomi negara menurun.

Menurut para ahli terjadinya resesi ekonomi pada suatu negara dapat terjadi ketika:

  • Produk domestik bruto yang negatif
  • Angka pengangguran yang meningkat tajam
  • Penjualan ritel yang menurun
  • Pendapatan yang berkurang
  • Manufaktur yang berkontraksi untuk periode waktu yang panjang.

Lalu apa dampaknya ? dampak resesi akan sangat terasa dan bersifat domino pada perjalanannya. Misalnya ketika produksi atas barang dan jasa yang berkurang akan mempengaruhi PDB nasional dan pada akhirnya akan mempengaruhi berbagai sektor. Efeknya adalah seperti kredit perbankan yang macet, inflasi dan deflasi yang tidak terkontrol, neraca perdagangan yang minus yang pada akhirnya akan berdampak pada berkurangnya cadangan devisa negara. Dalam skala riil akan banyak orang yang kehilangan rumah karena tak sanggup membayar cicilan, daya beli yang melemah, dan banyak bisnis yang terpaksa harus bankrut.

Apa yang harus dilakukan ? Memang tak banyak hal yang bisa dilakukan di tengah masa krisis seperti sekarang ini, namun ada beberapa alternatif cara untuk bertahan sehingga mengurangi dampak negatif yang kita terima, berikut kami rangkum strategi yang bisa dilakukan:

1. Siapkan dana darurat

Menyiapkan dana darurat bisa dengan cara menabung lebih banyak atau meningkatkan intensitasnya dari yang semula dana darurat anda cukup untuk 2 bulan menjadi cukup untuk 6 bulan kedepan, dengan cara ini anda dapat mengurangi tingkat stres jangka pendek dan memberikan cukup waktu untuk memikirkan cara lain untuk bertahan.

2. Segera lunasi hutang

Pada saat resesi kemungkinan terburuk adalah keberlangsungannya yang lama sampai bertahun tahun lamanya, jadi dengan melunasi hutang akan sangat membantu anda kedepannya agar tidak terdapat kewajiban yang memberatkan apalagi jika keadaan semakin sulit

3. Hematlah!

Berhematlah dengan mengurangi pengeluaran sekunder yang tidak darurat dengan cara sederhana seperti menyeduh kopi saset daripada ngopi di starbuck

4. Tunda pengeluaran besar

Menunda pengeluaran besar seperti membangun rumah atau membeli mobil adalah hal yang sangat bijak untuk dilakukan di tengah masa krisis ini.

5. Rencanakan ulang portofolio saham anda

Merencanakan ulang bukan berarti membuang kepemilikan saham ya. Namun, ada baiknya kalian memikirkan ulang portofolio ke alternatif yang lebih aman seperti, stok dividen tinggi, real estate investment trust (REITs), dan saham perusahaan pare down.

6. Kumpulkan kas cadangan

Untuk mendapatkan kas cadangan kalian tidak harus menjual investasi atau aset yang kalian miliki. Namun, kalian dapat mengumpulkan investasi baru dalam bentuk tunai atau setara kas.

7. Tingkatkan kapasitas dan kualitas di tempat kerja

Resesi berarti pengurangan karyawan, jangan sampai anda menjadi salah satu korban resesi yang kehilangan pekerjaan. Usahakan untuk memberikan effort lebih atau mempelajari hal baru yang dapat meningkatkan value kalian di mata perusahaan.

8. Cari penghasilan tambahan

Mendapatkan penghasilan tambahan berarti mendapatkan peningkatan kas yang kalian miliki, salah satu upayanya bisa dengan berjualan atau memanfaatkan bakat dan hobi yang kalian miliki.

9. Tetap berpikir positif

Ditengah keadaan krisis seperti ini wajar saja jika orang-orang memiliki pikiran negatif yang mengarahkan kita ke dalam keterpurukan. Dan cara mengatasinya adalah dengan tetap tenang dan jangan panik karena pikiran positif dapat menghindarkan kita dari masalah terutama kesehatan fisik dan mental.

 

Perlu diingat jika resesi adalah selingan yang terjadi sementara waktu. Guncangan dan kekhawatiran yang kalian alami adalah hal yang wajar terjadi. Namun kita harus yakin dan tetap berpikir positif kalau keadaan krisis ini dapat kita lewati bersama-sama