Dari berbagai jenis kumpulan strategi pemasaran terbaik dengan cara efektif, strategi word of mouth menjadi salah satu yang dipertimbangkan untuk dipilih sebagai metode dalam menjangkau konsumen untuk mengenal dan membeli suatu produk bisnis.

Keistimewaan dari strategi marketing word of mouth terletak pada tahapan kerjanya yang hanya memerlukan kontak serta interaksi langsung antara pihak satu dengan pihak lainnya.

Tanpa kita sadari, word of mouth sejatinya telah dilakukan oleh banyak orang setiap harinya, bahkan diimplementasikan ke berbagai hal di luar konteks ekonomi atau bisnis sekali pun karena jika diartikan secara sederhana, makna dari word of mouth berarti strategi pemasaran dan pengenalan produk dari mulut ke mulut.

Pengertian Word Of Mouth

Word of mouth atau WOM adalah strategi pemasaran berbasis pada pengalaman kontekstual seseorang saat membeli dan menggunakan sebuah produk yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berperan sebagai pembeli untuk memengaruhi orang terdekatnya melalui penilaiannya selama menggunakan produk tersebut. Terdapat 2 hal penting dalam word of mouth adalah berhubungan dengan pengalaman serta kedekatan emosional antar pihak.

Oleh sebab itu, pengalaman merupakan hal terbaik bagi seseorang karena mampu dijadikan sebagai tolok ukur dalam menentukan alasan serta pandangan mengenai sebuah produk dan keputusan pembelian di kemudian hari.

Diperlukan pelayanan terbaik saat melayani konsumen sehingga mampu menciptakan pengalaman dan kesan positif, serta melahirkan pemikiran terkait kesediaan konsumen untuk membeli kembali produk bisnis suatu hari nanti.

Bentuk-Bentuk Word of Mouth

Berdasarkan bentuknya, word of mouth dibedakan menjadi 2 macam, yakni word of mouth tradisional dan word of mouth elektronik. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai kedua macam word of mouth di atas:

1. Word of Mouth Tradisional

Word of mouth tradisional adalah bentuk pemasaran yang dilakukan dengan memanfaatkan peran serta kekuatan manusia sebagai pengendali utama dalam menciptakan arus informasi serta pengalamannya saat membagikan hal tersebut kepada orang lain. Artinya, strategi dari mulut ke mulut masih dilakukan secara secara general pada bentuk word of mouth satu ini tanpa bantuan media atau perantara lainnya.

Contohnya adalah Ani menceritakan pengalaman positifnya mengenai produk kecantikan kepada kerabat dekatnya secara langsung serta memberikan rekomendasi untuk ikut serta menggunakan produk yang Ani pakai.

2. Word of Mouth Elektronik

Word of mouth elektronik merupakan bentuk pemasaran yang dilakukan dengan bantuan media digital atau elektronik. Jangkauan dari word of mouth elektronik dinilai lebih luas karena biasanya memanfaatkan media-media daring untuk menceritakan pengalaman seseorang saat menggunakan produk tertentu.

Salah satu contoh dari word of mouth elektronik adalah pemberian review terkait produk tertentu, sehingga bisa dibaca oleh siapa saja. Meskipun pihak-pihak yang mengakses review tersebut tidak mempunyai kedekatan emosional secara kekeluargaan, tetapi kedekatan emosional tersebut tercermin dari kesamaan tujuan dan pemakaian produk pilihan. Sehingga apabila review bernilai negatif maka itu akan berakibat fatal karena mampu memengaruhi dengan cepat.

Tingkatan Level Word of Mouth

1. Level Mikro

Word of mouth berdasarkan level mikro merujuk pada penyampaian pengalaman serta penilaian individu dengan individu. Meskipun cakupannya lebih kecil, segala bentuk informasi yang disampaikan memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi karena pihak pengirim informasi mempunyai kedekatan emosional lebih intim karena berasal dari orang terdekat.

2. Level Makro

Level makro merujuk pada penyampaian pengalaman serta penilaian individu kepada kelompok populasi tertentu. Karena menjangkau banyak orang, seringkali dalam sebuah kelompok tersebut diisi oleh orang-orang dengan latar belakang berbeda, sehingga penilaian dan pengalaman akan dinilai sebagai sesuatu yang mungkin kurang mampu dalam memengaruhi pihak lain.

Manfaat Strategi Word of Mouth

1. Word of mouth tidak memerlukan dana sepeser pun untuk mengimplementasikan strategi ini pada pasar karena sesungguhnya fokus utama terletak pada pemberian pelayanan kepada konsumen dengan sebaik-sebaiknya. Dengan pemberian pelayanan terbaik diharapkan mampu memuaskan konsumen dan membentuk pandangan positif dari mereka kepada produk bisnis.

2. Memberikan ruang kepada pemilik bisnis untuk memfokuskan perhatiannya pada spesifikasi produk beserta faktor pendukung lainnya, sehingga produk yang nantinya dijual mempunyai nilai, mutu, dan standar sesuai dengan keinginan konsumen.

3. Meningkatkan brand awareness produk bisnis bisa dilakukan melalui penerapan strategi word of mouth karena penilaian dan pengalaman yang diutarakan secara langsung atau melalui media bernilai ampuh untuk menciptakan brand awareness produk di mata publik.

Penutup

Dapat disimpulkan jika pengalaman seseorang terhadap penggunaan sebuah produk sangat berhubungan dengan timbulnya situasi yang berkaitan dengan kepuasan dan ketidakpuasan. Segala hal terkait pelayanan terbaik dan penyajian produk kepada konsumen merupakan dua hal penting untuk mewujudkan keberhasilan dari strategi word of mouth.