Devaluasi dan inflasi merupakan 2 istilah berbeda serta memiliki konteks berlawanan untuk menyebut kondisi ekonomi yang sama-sama diakibatkan oleh peredaran nilai mata uang.

Jika inflasi terjadi karena tingginya peredaran uang, maka devaluasi merupakan kebalikannya, di mana mata uang secara sengaja dikurangi jumlah peredarannya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berhubungan dengan kestabilan ekonomi nasional.

Pengertian Devaluasi

Devaluasi merupakan strategi pemerintah dalam mengurangi peredaran nilai mata uang dalam negeri terhadap nilai mata uang asing untuk mengatasi pertukaran nilai mata uang yang semakin rendah. Jika situasi ini terus menerus terjadi maka memungkinka terjadinya penurunan nilai tukar mata uang yang terus menurun seiring berjalannya waktu.

Selain itu, kebijakan devaluasi juga berupaya untuk menekan kegiatan impor barang dari luar agar mencapai keseimbangan nilai mata uang yang berdampak pada stabilitas perekonomian dalam negeri.

Faktor Penyebab Devaluasi

1. Aktivitas impor produk asing dalam negeri yang tidak seimbang dengan kegiatan ekspor

2. Permintaan atas pertukaran nilai mata uang secara berkala akan menyebabkan penurunan nilai mata uang secara global dan menggoyahkan keadaan ekonomi negara

3. Rendahnya produksi barang di sektor industri tertentu yang dilandasi oleh terbatasnya sumber daya alam atau manusia

4. Tingkat pengangguran tinggi yang diimbangi dengan sempitnya ruang pelatihan keterampilan

5. Perilaku masyarakat yang masih menyukai penggunaan serta konsumsi atas produk asing

Dampak Kebijakan Devaluasi

1. Tercapainya Kestabilan Ekonomi

Salah satu tujuan diberlakukannya devaluasi oleh pemerintah adalah untuk mencapai kembali stabilisasi ekonomi suatu negara yang sempat melemah karena disebabkan oleh pesatnya kegiatan impor dan menurunnya nilai mata uang dalam negeri.

Kestabilan ekonomi merupakan hal mendasar yang mencerminkan terjaganya siklus berbagai kegiatan ekonomi yang bernilai positif serta tidak menimbulkan efek negatif bagi pertumbuhan produktivitas dalam berbagai sektor.

2. Berkurangnya Kegiatan Impor

Devaluasi mengubah alur kegiatan penerimaan produk dalam pasar yang sebelumnya diisi oleh produk impor dengan porsi besar hingga akhirnya berkurang karena kebijakan devaluasi yang diterapkan.

Barang lokal di pasaran pun semakin mendominasi dan mendorong terciptanya iklim perekonomian yang sehat karena ditandai oleh peningkatan konsumsi atas produk lokal serta persaingan dalam pasar semakin kompetitif.

3. Mengubah Perilaku Masyarakat

Dengan berkurangnya produk impor dalam negeri, berdampak pada perubahan kebiasaan masyarakat yang sebelumnya lebih memilih produk asing ketimbang produk lokal. Kini dengan berkurangnya ketersediaan produk asing tersebut dapat mengubah perilaku masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur penggunaan produk lokal sebagai pemenuhan kebutuhannya

4. Menambah Devisa Negara

Keseimbangan antara kegiatan impor dan ekspor berimbas pada peningkatan nilai pada devisa negara. Hal ini terjadi karena adanya kemajuan perdagangan pasar secara global, sehingga menimbulkan hasil positif bagi bertambahnya devisa negara.

Penutup

Devaluasi merupakan istilah ekonomi yang mempunyai arti berbeda dengan inflasi. Penggunaan istilah devaluasi dilakukan saat pemerintah berusaha untuk meningkatkan nilai mata uang dalam negeri untuk mengatasi peredaran mata uang asing yang melebihi batas normal.

Devaluasi diyakini memiliki pengaruh kuat dalam memperbaiki stabilitas ekonomi yang sempat melemah akibat turunnya nilai mata uang sekaligus berimbas pada hal-hal positif lainnya yang berkembang dalam masyarakat.

© 2021, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA