Dalam masa pandemi ini, mungkin kita sering mendengar kata “Gulung Tikar”. Bisnis tidak selamanya menyenangkan. Banyak faktor yang membuat bisnis berubah dan tidak sesuai dengan harapannya. Salah satunya pandemi ini, tidak sedikit bisnis yang harus gulung tikar. Setiap pebisnis memang harus siap untuk menghadapinya. Lantas apa arti sebenarnya dari Gulung Tikar?

Pengertian Gulung Tikar

Gulung tikar merupakan sebuah kerugian yang dihadapi suatu perusahaan pada skala yang tidak kecil, adapun sampai melenyapkan semua hartanya. Oleh karena itu jika suatu bisnis mengalami gulung tikar itu artinya bisnis tersebut menghadapi kerugian juga kehabisan dana kas operasional bisnis, dan menyebabkan kegiatan operasional berhenti. Peristiwa gulung tikar dapat terjadi dikarenakan 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Kenapa Gulung Tikar Bisa Terjadi?

Terdapat 3 faktor utama yang menyebabkan suatu bisnis harus melakukan gulung tikar, yaitu sebagai berikut:

1. Masalah Mengatur Keuangan

Dalam mengembangkan bisnis perlunya penambahan biaya produksi atau modal, untuk itu banyak pebisnis yang memilih untuk meminjam uang. Berawal dari meminjam uang, kemudian tidak dapat mengelola dana untuk melunasi hutang dan berakhir terlilit hutang. Tidak hanya itu, sebagian pebisnis juga mengalami kesulitan dana untuk meneruskan bisnisnya, dan mengajukan pinjaman modal kepada lembaga keuangan. Oleh karena itu, ketika pebisnis terlilit hutang dan tidak dapat melunasinya, di situlah pebisnis harus mengalami gulung tikar. Hal ini juga bisa dikatakan jika pebisnis tersebut sudah menjual semua aset bisnisnya.

2. Penyusunan Rencana Bisnis yang Tidak Baik.

Hasil dari penjualan produk merupakan sebagian besar dari keuntungan bisnis tersebut. Oleh karena itu terkadang, pebisnis hanya berfokus untuk mengembangkan produknya tanpa memikirkan hal pendukung lainnya dengan baik, baik itu brand marketing, kepuasan pelanggan, hingga memantau pergerakan kompetitor lainnya.

Dengan, minimnya inovasi sehingga terjadinya kesalahan yang sering dihadapi oleh pebisnis pada umumnya. Di mana pebisnis tidak benar-benar mengenali produk yang dijual dan juga produk-produk sejenis yang telah dikeluarkan lebih dulu dari kompetitor lainnya, tidak hanya itu, terkadang pebisnis juga tidak memperhatikan minat konsumen terhadap produk keluarannya.

3. Kondisi Pasar

Faktor eksternal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah kondisi pasar, untuk layak bersaing dengan kompetitor lainnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari pemerintah pusat yang mengeluarkan aturan baru terhadap konsumsi suatu produk, bencana hingga ketersediaan barang yang banyak dari peminatnya. Dengan ini, akan hadir isu-isu mengenai produk yang dapat menyebabkan gulung tikar. Faktor ini tidak dapat diperkirakan dan tidak dapat menyalahkan pebisnis sepenuhnya.

Bagaimana Caranya Untuk Menghindari Peristiwa Gulung Tikar?

Tentunya, semua pebisnis tidak ingin bisnisnya mengalami peristiwa gulung tikar, untuk itu berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari gulung tikar.

1. Harus Update!

Seorang pebisnis, harus terus mengikuti perkembangan zaman, agar dapat mengetahui apa yang dibutuhkan pasar/konsumen saat ini. Tapi, perlu diingat bahwa tidak semua tren memiliki umur yang panjang, sebagian tren hanya Up dalam waktu sesaat. Oleh karena itu, sebagai seorang pebisnis tidak hanya pandai mengikuti perkembangan zaman tetapi juga harus cerdas-cerdas melihat peluang mana yang harus diambil.

2. Adanya Karyawan

Suatu bisnis tidak dapat berhasil jika semua bidang/divisi dilakukan hanya sendiri atau hanya pebisnis itu saja. Ada banyak bidang/divisi dengan berbeda-beda topik yang harus diisi dengan banyak karyawan, seperti marketing and promotion, pengelola keuangan, produksi, dan lainnya. Jika dilakukan hanya seorang diri, sudah pasti menjadi sangat keteteran atau tidak efektif. Ingatlah bahwa banyak pesaing di luar sana yang telah mempekerjakan berbagai macam karyawan dengan keterampilannya masing-masing sehingga dapat mengembangkan bisnis tersebut.

3. Mengelola Profit Untuk Masa Depan

Sebagai seorang pebisnis, pentingnya untuk pintar-pintar mengatur keuntungan bisnis, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan saat bisnis tersebut berjalan. Dengan pengelolaan keuntungan bisnis yang baik, perusahaan tidak perlu meminjam untuk pemenuhan biaya atau modal produksi karena memiliki cadangan dana yang dapat menutupi kerugian yang terjadi.

Penutup

Oleh karena itu dapat diartikan bahwa Gulung tikar adalah kerugian yang dihadapi suatu perusahaan pada skala yang besar. Sebagai seorang pebisnis harus melatih diri Anda untuk mengantisipasi datangnya hal yang tidak diinginkan dengan membuat laporan, mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dan memantau arus kas pada bisnis tersebut.

© 2021, Writer Beta. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA