Kamu tahu mengenai latte factor? Latte factor ini membahas tentang generasi muda yang hobi  nongkrong di kedai kopi sehingga pengeluaran mereka setiap bulannya akan terus mengalami peningkatan, mereka juga jadi tidak bisa berinvestasi dan menabung.

Tetapi istilah latte factor ini tidak hanya memberikan konteks khusus pada pembelian kopi, hanya saja kopi ini menjadi pengeluaran kecil yang rutin dilakukan. Anggap saja harga secangkir kopi sebesar Rp 30 ribu jika dikalikan sebulan maka orang tersebut telah berbelanja sekitar Rp 900 ribu, padahal jika memang ingin minum kopi kamu bisa menyeduhnya sendiri.

Secara umum, latte factor mengacu pada pengeluaran-pengeluaran kecil yang bersifat rutin tetapi tidak begitu penting dan sebenarnya bisa tidak dibeli. Kamu ingin tahu apa saja yang termasuk pengeluaran latte factor? Yuk simak.

1. Rokok

Bagi seorang perokok, rokok ini termasuk ke dalam kategori latte factor karena mereka bisa membeli rokok setiap harinya bahkan dalam satu hari bisa menghabiskan dua bungkus rokok. Anggap saja dalam satu hari membeli satu bungkus rokok sebesar Rp 25 ribu, jika dihitung sebulan sudah menghabiskan biaya sebesar Rp 750 ribu. Biaya tersebut bisa kamu gunakan untuk membayar biaya listrik dan air dalam sebulan lho.

2. Air Mineral

Ketika kamu tidak pernah membawa air dari rumah, kamu pasti akan membeli air mineral yang bisa dibeli di warung-warung. Ternyata pengeluaran untuk air mineral ini juga termasuk boros lho, anggap saja harga air mineral 1 botol adalah Rp 5 ribu rupiah jika dihitung dalam satu bulan kamu sudah menghabiskan uang Rp 150 ribu. Uang Rp 150 ribu ini bisa kamu gunakan untuk membeli air galon sebanyak 10 galon.

3. Transportasi Online

Penggunaan jasa transportasi online ini memang sangat membantu kamu yang sedang sibuk, baik saat kamu sedang tidak ada kendaraan dan tidak ingin menggunakan kendaraan umum maupun saat kamu tidak bisa keluar untuk membeli makanan. Tidak ada salahnya menggunakan jasa transportasi online ini, tetapi jika digunakan terlalu sering kamu ternyata akan mengeluarkan uang yang cukup besar lho jika kamu hitung dalam bulanan.

4. Kopi

Saat ini telah menjamurnya bisnis kedai kopi dimana-dimana, hal ini membawa tren gaya hidup baru bagi generasi milenial. Bayangkan saja harga secangkir kopi sebesar Rp 30 ribu rupiah jika kamu konsumsi kopi selama 20 hari saja kamu sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp 600 ribu, padahal jika kamu bisa menabung sebesar itu dalam setahun kamu sudah bisa mendapatkan uang Rp 7,2 juta rupiah.

5. Biaya Administrasi Bank

Saat ini transaksi cashless sedang diminati karena praktis dan tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar kemana-mana. Tetapi ternyata transaksi yang dilakukan secara cashless ini bisa membuat kamu boros juga karena besarnya biaya administrasi yang dibebankan. Jadi, tetap sediakan uang cash ya!


Ternyata pengeluaran-pengeluaran rutin yang kecil ini jika diakumulasikan selama sebulan, totalnya sangat besar ya dan jika pengeluaran tersebut dimasukkan ke dalam instrumen investasi seharusnya bisa memberikan nilai yang lebih besar lagi lho. Jadi, atur ya pengeluaran kamu dari sekarang, batasi konsumsi hal-hal konsumtif seperti ini. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Kamu bisa simak artikel menarik lainnya di Berita & Tips Emiten.com.

© 2020, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA