Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai ini membawa pengaruh domino dibanyak sektor, terutama sektor pariwisata dan sektor ekonomi. Saat ini banyak negara-negara yang telah masuk ke dalam jurang resesi dan sekarang Indonesia juga sudah berada di dalamnya.

Resesi ekonomi adalah kondisi penurunan produk domestik bruto (PDB) yang terjadi selama dua kuartal berturut-turut dengan adanya kondisi ini kegiatan perekonomian turun secara signifikan yang akan berdampak buruk untuk kehidupan masyarakat.

Indonesia sebelumnya juga pernah berada pada masa-masa resesi yaitu pada tahun 1998 yang mengakibatkan rupiah jatuh sampai pada level Rp 17 ribu per dollar AS, utang luar negeri mengalami pembengkakan, IHSG anjlok ke titik terendah dan berbagai dampak buruk lainnya.

Pertanyaanya adalah apakah dampak yang sama akan terulang kembali? Sebelum menjawabnya mari pahami dulu indikator dan dampak resesi ekonomi.

Indikator terjadinya resesi ekonomi

1. Tingkat pengangguran meningkat

Dengan tingginya tingkat pengangguran tentu akan berdampak pada rendahnya daya beli masyarakat karena mereka tidak memiliki pekerjaan dan uang yang cukup, maka dari itu tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting untuk mempengaruhi pergerakan perekonomian negara.

2. Inflasi dan deflasi tinggi

Jika tingkat tingkat inflasi dan deflasi tinggi dapat membahayakan perekonomian negara, karena saat inflasi tinggi harga komoditas akan naik dan tidak terjangkau masyarakat sementara saat deflasi tinggi harga komoditas akan menurun sehingga laba perusahaan akan rendah yang bisa mengakibatkan terjadinya phk.

3. Pertumbuhan ekonomi melambat

Pertumbuhan ekonomi digunakan sebagai salah satu alat ukur untuk menentukan kondisi ekonomi sebuah negara, ketika kondisi perekonomian mengalami penurunan dari tahun ke tahun dapat di prediksi bahwa negara tersebut sedang mengalami resesi.

4. Daya konsumsi dan produksi tidak seimbang

Dasar pertumbuhan ekonomi salah satunya berdasarkan daya konsumsi dan produksi. Saat kedua daya ini tidak seimbang maka kondisi perekonomian akan terganggu. Contohnya seperti ketika konsumsi tinggi tetapi produksi rendah pemerintah akan melakukan impor yang menyebabkan laba perusahaan menurun.

Dampak resesi ekonomi

1. Terjadinya pemutusan hubungan kerja

Saat ekonomi sedang melambat karena perusahaan banyak yang tutup atau bahkan tidak beroperasi tentu akan mengakibatkan penjualan dan laba perusahaan menurun sehingga untuk bertahan kebanyakan perusahaan akan melakukan phk dalam jumlah besar kepada karyawan-karyawannya.

2. Menurunnya daya beli masyarakat

Tingginya tingkat PHK di masyarakat akan melemahkan perekonomian mereka sehingga daya konsumsi pun akan mengalami penurunan. Dampak ini sangat dirasakan oleh berbagai pihak baik rumah tangga maupun pelaku industri.

3. Terancamnya instrumen investasi

Dengan masuknya sebuah negara ke dalam resesi akan berimbas ke instrumen investasi karena asset perusahaan juga mengalami penurunan. Jika terjadi hal seperti ini, masyarakat harus merencanakan ulang tujuan investasi dan portofolionya serta memperbanyak dana liquid dan tidak berada pada instrumen yang tinggi risiko.


Sudah semakin paham kan mengenai resesi dan dampaknya, tetap rencanakan dan evaluasi kembali ya tujuan investasi dan portofolio kamu agar tetap merasa aman.  Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Kamu bisa simak artikel menarik lainnya di Berita & Tips Emiten.com

© 2020, Moderator emiten.com. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA