Berbagai hal harus dipersiapkan sebelum memulai melakukan investasi di pasar modal. Salah satu hal mendasar yang perlu dipersiapkan adalah mengetahui istilah dasar yang biasa digunakan oleh para pemegang saham sebagai acuan dalam menentukan kapan seharusnya melakukan penjualan atau pembelian instrumen finansial yang disebut dengan IHSG.

Apa yang dimaksud dengan IHSG? IHSG adalah Indeks Harga Saham Gabungan yang fungsinya sangat penting bagi para pemegang saham karena akan memberikan prediksi serta gambaran dalam menentukan transaksi penjualan atau pembelian saham tertentu.

Pengertian IHSG

Jika kita perhatikan pastinya akan selalu ada pemberitaan yang membahas mengenai IHSG. Berdasarkan pengertian menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan adalah indeks yang mengukur dan mencatat segala kinerja utama dari saham yang dituliskan pada Papan Utama dan Papan Pengembangan milik Bursa Efek Indonesia. IHSG tepatnya diperkenalkan pertama kali kepada publik pada tahun 1983.

Dalam IHSG akan digambarkan secara keseluruhan mengenai pergerakkan saham dari masing-masing emiten. Pergerakkan dari tiap saham tentunya tidak sama per harinya karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Ada yang mengalami kenaikan, penurunan, atau stagnan. Pergerakkan saham inilah yang mendasari terbentuknya penggambaran IHSG.

Penggambaran tersebut diwakili oleh keadaan saham yang dominan, jika saham yang beredar pada bursa sebagaian besar mengalami kenaikan maka IHSG akan naik tetapi jika saham yang beredar didominasi oleh gerakan yang menurun maka IHSG akan mengalami penurunan.

Perhitungan Dasar Pada IHSG

Untuk mengetahui bagaimana perhitungan dasar pada IHSG, hal yang perlu dilakukan adalah dengan mengetahui jumlah nilai dasar serta jumlah nilai dasar dari seluruh saham yang tercatat. Nilai dasar yang dimaksud di sini adalah berkaitan dengan harga pasar, sementara nilai dasar berhubungan dengan harga IPO atau Initial Public Offering. Saham-saham yang dihitung di sini hanyalah saham yang beredar pada pasar reguler yang nantinya akan dihitung setelah penutupan perdagangan saham setiap harinya.

Fungsi IHSG

Terdapat beberapa fungsi dari IHSG yang perlu diketahui karena kehadiran dari IHSG ini tidak hanya berguna bagi para pemegang saham saja tetapi juga bagi negara dan juga masyarakat.

1. Untuk Melihat Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu fungsi utama dari IHSG adalah untuk melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi suatu negara. Fungsi IHSG satu ini bersifat global karena dapat memengaruhi beberapa hal yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Secara sederhana hal tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi karena jika IHSG menurun maka secara otomatis akan terjadi penurunan daya beli pada saham dan sangat memungkinkan terjadinya penjualan yang dilakukan oleh banyak pihak, apalagi jika turunnya nilai IHSG berlangsung cukup lama. Apabila hal tersebut berlangsung lama maka penurunan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi akan sangat memungkinkan untuk terjadi.

2. Pertanda Terjadinya Pergerakkan Pasar

IHSG berfungsi juga untuk memberikan gambaran atau pertanda dari pergerakkan saham gabungan atau yang mendominasi. Posisi pergerakkan dari IHSG ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai situasi yang tengah terjadi dalam bursa saham.

Namun, bukan berarti pergerakkan pada tiap-tiap saham semuanya mengalami penurunan. Hal yang harus diperhatikan adalah kita harus mampu memaknai jika IHSG hanya menampilkan indeks saham secara garis besar atau yang mendominasi, bukan secara keseluruhan. Jadi, jika IHSG sedang mengalami penurunan belum tentu jika saham yang Anda miliki juga turut serta mengalami penurunan. Oleh sebab itu, pengecekan dan pengawasan harus dilakukan secara berkala.

3. Sebagai Acuan dalam Perhitungan Keuntungan

IHSG sangat berkaitan dengan proses perhitungan keuntungan yang berkaitan dengan peningkatan harga saham karena pada dasarnya jika harga saham dari waktu ke waktu mengalami pergerakkan yang mengarah pada peningkatan, maka perhitungan terkait rata-rata keuntungan dan kenaikan harga saham yang dimiliki akan dapat diprediksi kisaran nilainya seberapa banyak.

Penutup

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG merupakan panduan dalam memprediksi gambaran terkait situasi yang berkaitan dengan kenaikan atau penurunan harga saham. Penurunan atau kenaikan inilah yang akan mengarahkan para pemegang saham untuk melakukan transaksi dalam pasar saham, entah itu untuk menjual, membeli, atau menahan saham. Namun, hal yang perlu diingat adalah kenaikan atau penurunan IHSG hanya dilakukan berdasarkan situasi pergerakkan saham secara gabungan atau yang mendominasi saja bukan secara keseluruhan.

© 2021, Writer Beta. All rights reserved.

Artikel Lainnya oleh Tim editor emiten.com

Startup yang terus berkomitmen tingkatkan kualitas ekosistem pasar modal Indonesia

PT APLIKASI EMITEN INDONESIA