PDB atau Produk Domestik Bruto merupakan indikator penting untuk bisa menilai, apakah sebuah negara mempunyai kondisi perekonomian yang baik atau tidak. Penilaian mengenai kondisi perekonomian tersebut penting guna mempertimbangkan, serta mengarahkan penentuan kebijakan ekonomi seperti apa yang hendak diambil kedepannya.

Sejarah awal ditetapkannya PDB sebagai indikator untuk mengukur pertumbuhan ekonomi sebuah negara diawali sebagai adanya respon mengenai munculnya depresi besar yang terjadi pada perekonomian Amerika Serikat. Para ahli ekonomi memutuskan untuk menggunakan Produk Nasional Bruto (PNB) sebagai tolok ukur.

Namun, pada penyelenggaraan Konferensi Bretton Woods tahun 1944, usulan terkait PNB tidak dikabulkan dan diganti dengan PDB sebagai pedoman untuk menilai kondisi pertumbuhan perekonomian sebuah negara.

Pengertian PDB

Produk Domestik Bruto atau dalam istilah internasional disebut sebagai Gross Domestic Product (GDP) merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh unit-unit usaha secara menyeluruh pada sebuah negara. Dikutip dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS), PDB diartikan sebagai jumlah nilai barang serta jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Lebih lanjut, PDB atas dasar harga berfungsi untuk menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan berdasarkan perhitungan harga yang berbeda-beda di setiap tahunnya, sedangkan PDB atas dasar harga konstan memberikan sebuah gambaran mengenai nilai tambah barang dan jasa dengan menggunakan serta memberlakukan perhitungan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu.

Komponen-Komponen PDB

1. Private consumption adalah perhitungan konsumsi yang berasal dari individu atau perusahaan untuk beberapa jenis produk barang, seperti:

a.) Durable Goods

Sesuai dengan namanya, durable goods adalah barang awet yang tidak cepat mengalami kerusakan (tahan lama) dengan rata-rata masa pakai selama 3 tahun atau lebih. Contohnya adalah kendaraan bermotor, peralatan elektronik, dan sebagainya.

b.) Non-Durable Goods

Non-Durable goods adalah barang habis konsumsi dan pemakaiannya lebih berlangsung singkat dibandingkan dengan jenis barang sebelumnya. Contohnya adalah pangan (makanan dan minuman), sepatu, pakaian, dan sebagainya.

2. Investment adalah perhitungan pengeluaran dalam rangka kegiatan investasi untuk dijadikan sebagai modal. Contohnya adalah pengadaan gedung usaha atau pabrik baru dan beragam jenis investasi lainnya.

3. Government spending adalah perhitungan pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemerintah secara menyeluruh untuk kepentingan serta kelancaran kebijakan demi meraih kesejahteraan masyarakat. Contohnya adalah pemberian anggaran terhadap kebijakan tertentu, pembangunan infrastruktur, dan sebagainya.

4. Net export adalah perhitungan selisih yang didapatkan dari nilai keseluruhan total ekspor yang dikurangi dengan nilai total impor.

Rumus Mencari PDB

Produk Domestik Bruto = C + I + G + (X – M)

Keterangan :

PDB: Produk Domestik Bruto

C : Konsumsi rumah tangga

I  : Investasi

G : Konsumsi pemerintah

X : Kegiatan Ekspor

M : Kegiatan Impor

Manfaat PDB

1. Pengukuran Terhadap Laju Perkembangan Ekonomi Nasional

Melalui PDB, pengukuran terhadap laju perkembangan ekonomi nasional suatu negara bisa diketahui dan hal ini sangat berguna untuk menentukan segala kebijakan yang berkaitan dengan penetapan berbagai kebijakan untuk memaksimalkan target agar bisa memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat.

2. Sebagai Nilai Perbandingan Kemajuan Ekonomi Antar Negara

PDB dijadikan sebagai salah satu indikator untuk bisa melihat bagaimanakah kondisi suatu negara pada masa periode tertentu. Oleh karena itu, dengan penilaian yang dilakukan oleh PDB, maka setiap negara di berbagai belahan dunia mampu menentukan serta membandingkan keunggulan masing-masing, sehingga diketahui negara manakah yang mempunyai tingkat perekonomian paling kuat.

3. Keputusan Untuk Menentukan Kebijakan Pemerintah

Pengukuran tersebut juga mampu memengaruhi berbagai pemilihan kebijakan apa saja yang hendak diambil untuk meningkatkan serta memperbaiki berbagai kelemahan dan kekurangan di masing-masing sektor.

Penutup

Produk Domestik Bruto berperan penting dalam mengukur perkembangan serta kondisi perekonomian sebuah negara. Dengan adanya data mengenai penilaian atau pengukuran dari PDB tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman untuk melakukan penentuan kebijakan serta keputusan-keputusan lainnya yang berkaitan erat dengan sistem perekonomian saat ini.