Pengikatan janji antara dua sejoli yang telah siap membangun hidup rumah tangga berdua tentu saja membutuhkan preparasi yang matang dan terencana, salah satunya dengan mempersiapkan dana untuk pernikahan.

Hidup di negara yang memiliki berbagai macam tradisi dan budaya serta dipengaruhi oleh status dan gengsi tentu saja menyebabkan biaya pernikahan menjadi tidak murah. Bahkan jika Anda salah mengambil langkah, setelah menikah Anda bisa saja terancam terjerat hutang karena berusaha memenuhi semua aspek yang ada di masyarakat.

Perencananaan dan planning keuangan perlu disiapkan secara matang oleh kedua pihak agar setelah menikah Anda masih memiliki simpanan dalam jumlah yang cukup.

Mari simak cara menabung untuk biaya pra dan pasca pernikahan!

1. Memisahkan Rekening

Menyiapkan rekening dengan tujuan terpisah akan membawa keuntungan bagi Anda. Hal ini dijalankan agar Anda tidak tergoda untuk memakai dana pernikahan untuk kebutuhan lainnya dan sebagai komitmen Anda menuju upacara sakral tanpa perlu kuatir bagaimana hidup Anda setelahnya.

Rekening khusus dana pernikahan ini juga bisa dijadikan sebagai patokan kedisplinan Anda dalam menyusun budget setiap bulannya dan sebagai acuan seberapa banyak pengeluaran yang Anda butuhkan ketika akan menikah.

2. Diskusikan Anggaran Pernikahan

Bijaknya Anda dan pasangan mulai mendiskusikan mengenai anggaran serta budget pengeluaran untuk pernikahan. Hal ini dapat menghindari Anda dari konflik pasca pernikahan karena pengeluaran yang membengkak diluar anggaran yang telah ditetapkan, konsistensi dan disiplin juga diperlukan dalam tahap ini.

Merinci dengan detail mengenai biaya gedung, catering, dress, hari H dan resepsi dapat memberikan Anda gambaran seberapa besar biaya dan alternatif lain untuk menekan biaya tetapi tetap on budget. Ada baiknya Anda dan pasangan Anda juga mendiskusikan hal ini dengan pihak wedding organizer, karena mereka dapat memberikan Anda opsi lain yang lebih terjangkau tanpa Anda perlu mengubah konsep pernikahan secara total.

3. Sisihkan Pendapatan

Anda harus mulai menyisihkan sebagian penghasilan Anda dan memasukannya kedalam rekening dana pernikahan, proporsi menyisihkannya bisa sekitar 20-25% tergantung dari berapa budget yang Anda butuhkan dan seberapa panjang time frame nya.

4. Opsi Investasi

Pertimbangan untuk menaruh dana pernikahan Anda ke dalam instrumen investasi juga dapat dijadikan pertimbangan agar uang yang sudah Anda kumpulkan dapat bertumbuh. Pilihlah dengan cerdas instrumen investasi apa yang cocok untuk Anda agar tidak terjebak dalam keputusan investasi yang keliru.

5. Disiplin Catat Pemasukan dan Pengeluaran

Pemasukan dan pengeluaran setiap bulan ada baiknya untuk selalu dirinci secara detail dan dicatat dengan disiplin, karena berhemat saja tidak cukup kadang kala ada beberapa pengeluaran diluar rencana yang muncul disaat Anda benar-benar membutuhkan uang dan tidak sengaja memakai dana pernikahan yang telah dikumpulkan.

Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, Anda dapat melakukan kontrol dan evaluasi rutin mengenai cara Anda mengelola penghasilan.